Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR Universitas Gadjah Mada, Prof. Panut Mulyono mengingatkan, banyak generasi muda, para milenial mengalami disorientasi ideologi, kehilangan arah karena terjadi kekosongan ideologi negara, yaitu Pancasila.
"Karenanya mereka permisif menerima ideologi transnasional dan paham radikalisme terorisme yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia," kata Rektor UGM.
Dalam sambutannya pada Upacara Hari Lahir Pancasila di kampus setempat, Rektor mengemukakan, hal itu bermula dari era pascareformasi 1998, yang menetapkan pengajaran Pancasila tidak dilakukan secara mandiri di sekolah setelah berlakunya UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003.
Dikatakan, sejak itu Pancasila hilang sebagai mata pelajaran wajib. Prof Panut menambahkan hal itu berbeda dengan regulasi sebelumnya yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 yang menetapkan Pancasila menjadi pelajaran wajib.
Terkait terorisme kata Rektor memgutip dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme sekitar separuh dari pelaku aksi teror berusia muda. "Rekrutmen anggota jaringan terorisme usia muda ini disebabkan karena mereka dianggap memiliki militansi yang kuat," katanya.
Rektor juga mengatakan, dalam Kongres Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang diselenggarakan di UGM melalui Pusat Studi Pancasila beberapa waktu yang lalu telah memberikan rekomendasi antara lain, perlunta revisi UU nomor 20/2003 dan peraturan turunanya agar kembali sesuai dengan amanat konstitusi.
Direkomendasikan pula Pancasila wajib disajikan sebagai pelajaran/mata kuliah definitif dalam setiap jenjang pendidikan. Pembelajaran Pancasila, kata Rektor harus dijaga dari intervensi kepentingan politik praktis, dan disampaikan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu atau kaidah akademik.
"Perlu menambah guru/dosen Pancasila, dengan bekerjasama atau memfungsikan lembaga-lembaga yang memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan guru/dosen Pancasila," jelasnya.
Bagi keluarga besar UGM, imbuhnya, dengan jati diri sebagai Universitasnya Pancasila, maka Pancasila merupakan karakter organisasi, pedoman dan panduan perilaku. Bagi UGM. Pancasila lanjutnya, tidak hanya mewarnai dinamika organisasional tetapi jauh lebih mendalam.
Pada kesempatan itu, Rektor mengingatkan pula, di tengah derasnya arus informasi dalam era globalisasi dan digitalisasi ini memberikan pengaruh besar pada adanya perbedaan keyakinan dan cara pandang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Namun perbedaan inilah yang akan membuat kita hidup dan tangguh. Seperti apa yang dikatakan pencetus Pancasila, Presiden Soekarno bahwa tidak ada satu negara yang benar-benar hidup jika tidak ada seperti kuali yang mendidih dan terbakar, dan jika tidak ada benturan keyakinan di dalamnya," ujarnya. (OL-13)
Baca Juga: PSP UP: Sosialisasi Pancasila Butuh Kolaborasi Semua Generasi
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
Simak penjelasan lengkap mengenai macam-macam ideologi di dunia, mulai dari Liberalisme, Komunisme, hingga Pancasila, serta karakteristik utamanya.
Pengalaman menjadi korban perundungan dapat menimbulkan rasa dendam, penolakan sosial, dan kehilangan makna diri, yang dapat membuat remaja lebih rentan terhadap pengaruh ideologi ekstrem.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Dalam konteks geopolitik modern, konsep proxy war atau perang perwakilan memiliki peran penting dalam memahami dinamika kekuatan global
Semua komponen bangsa harus bahu membahu menciptakan rasa aman sebagaimana arahan Presiden RI.
Dengan politik jalan tengah itu, Bivitri mengatakan program-program yang ditawarkan partai politik sekadar gimik belaka, bukan program yang berkarakter ideologi kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved