Selasa 18 Mei 2021, 11:36 WIB

Penyelesaian Arogansi Warga tidak Boleh Hanya dengan Materai

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Penyelesaian Arogansi Warga tidak Boleh Hanya dengan Materai

Medcom
Gustuti Rohmawati, wanita yang viral karena marah-marah terhadap petugas lantaran tak mau diputar balik, meminta maaf di Polres Cilegon.

 

WAKIL Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai fenomena arogansi warga terhadap petugas di jalan harus ditindak tegas. Meterai dan permintaan maaf bukan cara menyelesaikan masalah.

"Harus ada hukuman keras agar masyarakat juga bisa lebih menuruti aturan dan menghargai petugas yang bekerja. Hukumannya bisa dengan kerja sosial atau dipenjara saja," kata Sahroni dalam keterangan tertulis, Selasa (18/5).

Sahroni mengatakan, penyelesaian dengan tanda tangan di atas meterai tidak memberikan efek jera. Hal itu dinilai mencoreng hukum di Indonesia.

Baca juga: Legislator Nilai Pemerintah Gagal Jalankan Larangan Mudik

Politikus Partai NasDem itu meminta polisi untuk memberikan sanksi berupa hukuman berat terhadap masyarakat yang memaki petugas. Sehingga, fenomena tersebut tidak terus terulang.

"Saya khawatir harga diri hukum Indonesia jadi jatuh di mata publik, aparat tidak dihargai," ujar Sahroni.

Sahroni menyayangkan tindakan masyarakat memaki petugas yang tengah menjalankan tugas dan berujung viral. Terlebih, arahan petugas untuk kebaikan publik.

"Saya geram sekali melihat fenomena yang banyak terjadi akhir-akhir ini, masyarakat melawan polisi yang sedang bertugas," ujar Sahroni.

Sejumlah video arogansi masyarakat yang tidak terima terjaring operasi penyekatan viral di media sosial. Mereka adalah Hesti Hestiana dan Rahminto yang memaki petugas Polres Sukabumi

Keduanya meminta maaf atas kata-kata kasar yang dilontarkan saat terjaring operasi penyekatan. Pelaku mengakui kesalahan mereka dan menyesal karena terbawa emosi saat diminta putar balik.

Pelaku yang memaki petugas lainnya yakni Gustuti Rohmawati juga viral di media sosial. Ia nekat memaki sejumlah aparat gabungan di pos penyekatan Simpang Tiga Ciwandan, Jalan Lingkar Selatan (JLS), Cilegon, Banten.

Menyesal dengan perbuatannya, Gustuti akhirnya melontarkan permintaan maaf. Ia juga mengaku salah karena tidak bisa memenuhi persyaratan perjalanan yang diminta petugas sesuai dengan aturan larangan mudik Lebaran 2021. (OL-1)

Baca Juga

freepik.com

Polisi Amankan Delapan Orang Diduga Penganut Aliran Sesat

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 Juni 2021, 21:55 WIB
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung mengamankan delapan orang yang diduga membuka pusat pendidikan agama dengan aliran...
Dok. Puspenkum Kejagung

Ferarri Sitaan Kasus ASABRI Laku Rp6,3 Miliar

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 24 Juni 2021, 19:26 WIB
Mobil yang disita dari tersangka Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat itu laku Rp6,378 miliar. Dalam pelelangan yang dilakukan...
Antara

KPK Eksekusi Mantan Dirut PT DI ke Lapas Sukamiskin

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 24 Juni 2021, 19:01 WIB
Berdasarkan putusan pengadilan, Budi Santoso juga dikenai hukuman uang pengganti senilai Rp2 miliar sesuai jumlah uang yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Talenta Muda Curi Perhatian

PIALA Eropa 2020 dipastikan telah menjadi ajang kemunculan pemain-pemain muda yang punya kemampuan mengejutkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya