Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKETARIS Dinas Sejarah AD, Kolonel Joko Hadi Susilo, mengatakan rasa nasionalisme dan kesadaran akan identitas bersama sangat diperlukan dalam era revolusi industri 4.0. Pasalnya, telah terjadi perubahan spektrum perperangan saat ini disebut sebagai perang generasi kelima.
Perang model ini, lanjut Joko, adalah bentuk perang yang menggunakan media massa dan internet sebagai sarana untuk menghancurkan ekonomi, politik, transportasi, dan aspek lain dari negara sasaran.
"Bila kita melihat maraknya fenomena hoaks di Indonesia akhir-akhir ini, nampaknya perang generasi kelima sedang melanda negara kita," kata Joko kunjungan kerja ke Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) di Bandung, Jawa Barat, bertajuk 'Defence Tour' Kemhan 2021, Selasa (30/3).
Untuk menghadapi perang generasi kelima itu, Joko menyebut Dinas Sejarah TNI AD hadir sebagai lembaga kesejarahan yang terpercaya dan modern. Ia menyebut Disjarahad berupaya meluruskan sejarah yang telah lama dibelokkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Disjarahad saat ini mengembangkan lima fungsi yang saling terkait satu sama lain, yakni dokumen, penulisan sejarah, perpustakaan, museum dan monumen, serta tradisi.
Baca juga: Pekan Depan, DPR Panggil Pertamina Soal Kebakaran Kilang Balongan
Dalam kesempatan itu, Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kemhan, Marsma TNI Penny Rajendra, menyebut sejarah merupakan hal paling mendasar bagi semua negara. Menurutnya, saat ini dunia dihadapkan dengan perang pemikirian (information warfare).
"Kalau kita sedang bertarung dengan kepentingan yang lain, kita kalah karena melupakan sejarah sendiri. Seharusnya kita memperjuangkan kepentingan nasional kita berdasarkan pertimbangan-pertimbangan masa lau, masa kini, dan masa depan. Ini yang sangat mendasar," ujar Penny. (P-5)
Bonnie Triyana meresmikan pameran revolusi di Jakarta yang menghadirkan narasi baru sejarah kemerdekaan lewat karya seni dan perspektif kemanusiaan.
DI tengah pesatnya transformasi digital saat ini, pergeseran juga terjadi di ruang narasi sejarah. Kondisi tersebut membuat narasi sejarah bertransformasi di ruang digital.
Sutradara Aldo Swastia menyebut tidak ada patokan pasti dalam menentukan batas antara fakta dan fiksi yang harus dikembangkan terutama dalam film bertema sejarah atau kepahlawanan.
Penilaian terhadap Pak Harto harus dilakukan dengan pendekatan akademik yang berimbang,
Di 2020, Sumardiansyah menolak keras kebijakan Kemendikbudristek yang ingin menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran pilihan di SMA dan menghapuskannya di SMK.
Koleksi bersejarah ini terdiri dari sekitar 28.000 artefak fosil yang ditemukan Eugène Dubois di Trinil pada 1891–1892.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved