Sabtu 27 Februari 2021, 21:05 WIB

Sikap Antikorupsi Dimulai dari Tidak Nyontek dan Titip Absen

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Sikap Antikorupsi Dimulai dari Tidak Nyontek dan Titip Absen

MI/ LILIEK DHARMAWAN
Mahasiswa deklarasi antikorupsi

 

PENDIDIKAN menjadi salah satu strategi di samping penindakan dan pencegahan dalam pemberantasan korupsi. Sebagai upaya mendukung pendidikan antikorupsi di perguruan tinggi, mantan pegawai senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nanang Farid Syam berpesan kepada mahasiswa agar tidak menitip absen.

Menurut Nanang, praktik titip absen yang dilakukan mahasiswa merupakan hal sederhana yang menjadi preseden buruk untuk mewujudkan karakter antikorupsi.

"Ketika ujian tidak menyontek atau tidak titip absen. Itu hal-hal sederhana yang mungkin bisa kita lakukan dalam pembelajaran karakter," kata Nanang dalam webinar yang digelar Iluni Universitas Indonesia dan Gerakan Anti Korupsi, Sabtu (27/2).

Selain itu, ia juga menyinggung praktik pemberian hadiah yang dilakukan mahasiswa ke dosennya saat momen ujian maupun skripsi. Menurut Nanang, hal tersebut sebenarnya adalah jenis gratifikasi yang masuk dalam tindakan korupsi.

Nanang menggarisbawahi praktik karena ia menilai pendidikan antikorupsi dalam bangku kuliah bukan hanya sekadar pengetahuan. Untuk mewujudkan hal itu, dosen Pendidikan Antikorupsi Institut Teknologi Bandung (ITB) Nanang Puspito menitiberatkan peran dosen. Ia berpendapat bahwa dosen harus menjadi role model.

Puspito mencontohkan, saat mengampu mata kuliah Matematika, mahasiswa akan memperhatikan rumus-rumus yang ada di papan tulis. Sementara dalam mata kuliah Pendidikan Antikorupsi, perilaku dosen lah yang dilihat mahasiswa.

"Ini persoalan paling berat bagi dosen. Maka dosen harus berkarakter antikorupsi dan harus menjunjung tinggi integritas akademik," jelas Puspito.

Adapun beberapa tantangan yang dihadapi dosen saat mengampu mata kuliah Pendidikan Antikorupsi antara lain pengetahuan, keaktratifan, jarak generasi (generation gap), dan perkembangan teknologi.

Mengamini ucapan Puspito, dosen Fakultas Hukum UI, Aristo Pangaribuan mengatakan yang bisa dilakukan oleh para dosen adalah mengajar dengan contoh (tech by example).

"Buat saya misalnya, kalau untuk dosen, tidak boleh nebeng penulisan karya ilmiah dengan mahasiswa untuk publikasi, membayar jurnal angka kredit. Itu hal yang paling simple," tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

Medcom/M Rizal

KPK: Masih Banyak Pengusaha Bandel Lakukan Suap

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 18 April 2021, 08:22 WIB
KPK sudah menangani 1.071 perkara pada 2004 sampai 2020. Dari total itu, sebanyak 704 perkara merupakan kasus...
ANTARA/M Risyal Hidayat

KPK Kebut Pengusutan Korupsi di Ditjen Pajak

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 18 April 2021, 07:08 WIB
Kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan. KPK juga sudah menetapkan tersangka dalam kasus...
DOK BAKAMLA

Bakamla Peringatkan Kapal Yunani yang Mondar-mandir di ALKI III

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 18 April 2021, 07:02 WIB
Puskodal Bakamla RI menggiring dan mengawasi kapal itu hingga keluar dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III dan memastikannya masuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya