Selasa 02 Februari 2021, 07:57 WIB

Mantan Direktur Asabri Kaget Ditetapkan Sebagai Tersangka

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Mantan Direktur Asabri Kaget Ditetapkan Sebagai Tersangka

Istimewa
Logo Asabri

 

DUA mantan direktur PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (persero), Hari Setiono dan Bachtiar Effendi, kaget dengan penetapan status tersangka oleh Kejaksaan Agung. Hal itu disampaikan melalui kuasa hukum, Handika Honggowongso.

Menurut Wongso, kliennya kaget karena langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus).

Ia mengatakan penetapan tersangka dan penahanan itu dilakukan secara spontan tanpa didahului informasi. Kendati demikian, Honggo menyatakan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Eks Dirut Asabri Langsung Ditahan

"Awalnya dipanggil sebagai saksi, kemudian naik jadi tersangka, terus ditahan. Hal itu membuat klien saya kaget karena tidak ada persiapan. Tapi kami tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan," katanya di Gedung Kejagung, Senin (1/2).

Honggo berharap penyidik Kejaksaan, ke depannya, tidak melakukan penetapan tersangka dan penahanan secara mendadak seperti yang dilakukan terhadap kliennya.

Menurutnya, proses tersebut harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan dalam KUHAP.

"Selanjutnya, karena masih ada pandemi covid-19 yang parah, aspek kesehatan para tersangka yang ditahan ini juga harus dijaga betul, karena usianya sudah lanjut. Semoga ini menjadi perhatian serius," tandas Honggo.

Hari dan Bachtiar ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang lainnya usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik JAM-Pidsus, Senin (1/2).

Hari merupakan Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019, sementara Bachtiar merupakan mantan Direktur Keuangan PT Asabri yang menjabat dalam kurun waktu Oktober 2008 sampai Juni 2014.

Pihak Kejaksaan juga menetapkan dua mantan Direktur Utama PT Asabri, yakni Adam Rachmat Damiri dan Sonny Widjaya.

Selain itu, dua terdakwa dalam perkara korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Jiwasrya (persero), Direktur PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Direktur PT Trada Alam Minera Heru Hidayat juga ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyebut, berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian keuangan negara untuk sementara mencapai Rp23,739 triliun. Angka tersebut lebih besar ketimbang kerugian negara dalam skandal kasus Jiwasraya, yaitu Rp16,807 triliun. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Teror Mencuat, Perpres RAN PE Mendesak Dijalankan

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 12 April 2021, 10:01 WIB
Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengatakan banyak regulasi selama ini  memiliki kelemahan. Seperti Perpes RAN PE secara...
ANTARA

OTK Bakar Heli di Apron Bandara Ilaga Papua

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 12 April 2021, 08:39 WIB
Sebuah helikopter dibakar oleh orang tak dikenal saat parkir di Apron Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Minggu (11/4)...
ANTARA/PRASETIA FAUZANI

DPR akan Dukung Kebijakan untuk Mendapatkan Vaksin

👤Budi Ernanto 🕔Senin 12 April 2021, 05:35 WIB
Vaksin merupakan barang publik sehingga tidak boleh ada pembatasan terhadap produksi dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya