Kamis 28 Januari 2021, 11:47 WIB

Kejagung Cegah Belasan Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Asabri

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Kejagung Cegah Belasan Orang ke Luar Negeri Terkait Kasus Asabri

MI/Susanto
Kantor pusat Asabri di Jakarta.

 

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) telah mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap belasan nama ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi. Mereka dicegah karena diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Beredar kabar ada 12 orang yang dilakukan pencegahan ke luar negeri. Belasan orang itu termasuk tujuh calon tersangka. Pencegahan bisa dilakukan bagi siapa pun yang diduga terlibat, meski belum menjadi tersangka.

"Kan kalau menurut undang-undang tidak harus tersangka. Orang yang bahasanya ada kaitannya (bisa dicegah ke luar negeri)," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Ali Mukartono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (28/1).

Baca juga: Jaksa Bantah Jadikan Hiendra Kambing Hitam

Ali tidak membantah dan juga tidak membenarkan ada 12 orang yang dicegah ke luar negeri. Dia juga belum mau mengungkap identitas orang-orang yang dicegah itu.

"Kalau banyak, ya banyaklah (yang dicegah)," ujar dia.

Kejagung telah mengantongi tujuh calon tersangka kasus rasuah di Asabri. Ketujuh orang itu ditetapkan sebagai calon tersangka berdasarkan alat bukti yang kuat.

Namun, identitas ketujuh orang itu belum dibeberkan. Identitas mereka akan diungkap saat menyandang status pesakitan tersebut.

Ketujuh calon tersangka itu terindikasi hanya dalam waktu dua pekan penyidikan. Namun, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi untuk menguatkan bukti.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menaksir kerugian negara dari kasus rasuah itu mencapai Rp22 triliun.

Sebelumnya, Polri dan Kejagung sudah melakukan gelar perkara atas kasus dugaan korupsi di Asabri. Kedua instansi itu memastikan dugaan korupsi berada pada investasi saham dan reksadana asuransi yang diduga terjadi periode 2012-2019.

Dugaan korupsi di Asabri melibatkan terpidana Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat. Asabri mengalami kerugian puluhan triliun, salah satunya karena membeli saham milik kedua terpidana kasus korupsi Jiwasraya tersebut. (OL-1)

Baca Juga

Antara Foto/Fakhri Hermansyah

Jubir Wapres: Ma’ruf Amin Akui Terjepit dengan Perpres Miras

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 02 Maret 2021, 18:56 WIB
Menurut Jubir Wapres Masduki Baidlowi selain terkejut dengan adanya Perpres itu, Ma’ruf merasa cukup tersudut dengan aturan...
Medcom.id.

Polisi Duga Ali Kalora Tertembak oleh Satgas Madago Raya

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:37 WIB
Kelompok teroris itu masih memiliki senjata api laras panjang dan pendek. Tak hanya itu, terdapat bahan peledak yang biasa digunakan untuk...
Antara/Abriawan Abhe.

KPK Sita Uang dan Dokumen dari Penggeledahan Kasus Nurdin Abdullah

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 02 Maret 2021, 17:31 WIB
KPK belum mengungkap jumlah uang yang disita. Penyidik masih akan menghitung sitaan uang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya