Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Lokataru Foundation Haris Azhar menilai, memerangi ekstremisme bukan dengan cara menghakimi suatu ideologi kelompok atau orang tertentu.
Menurutnya, sebuah ideologi tercipta dari alam pikiran sadar manusia yang perlu dibuktikan keabsahannya. Bukan dengan cara menuduh atau memfitnah atas ideologi.
"Menilai sebuah ideologi bukan dengan tuduhan atau ciptakan fitnah yang seolah-olah bakal menjadi kebenaran. Manifestasi ideologi itu harus diuji, bukan menghakimi untuk memberantas ekstremisme," ungkap Haris dalam acara Journalis on Duty Media Indonesia secara Live IG, Selasa (26/1).
Haris berpendapat, untuk melawan ekstremisme ialah hadirnya negara dalam memberantas kemiskinan. Menurutnya, dalam keadaan sulit atau terdesak akibat kondisi ekonomi, seseorang bisa bertindak ekstrem.
"Lebih baik negara mengurus soal kemiskinan, karena itu bisa jadi sumber malapetaka. Esktrimisme itu bukan soal pakai sorban, jenggota panjang dan lainnya. Kalau treatment kita buruk soal kehidupan masyarakat, peluang ekstrimisme ada," tutur Haris.
Selain itu, Haris juga meminta dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024, dapat berjalan sesuai kaidah hukum dan mementingkan konteks HAM
"Masalah ekstrimisme itu harus termanifestasikan dalam delik yang diatur KUHP, maupun diluar KUHP," ucap Haris.
Dalam kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad menyampaikan, dari Perpres Nomor 7 Tahun 2021 itu menelurkan sebuah Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE).
Adanya upaya tersebut, ungkapnya, merupakan inisiasi dari masyarakat dan diwujudkan dalam berbagai rencana aksi nasional.
"RAN PE ini awalnya inisiatif dari masyarakat, aturan itu mengakselerasi Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2018 (Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme). Jadi, pelibatan dari sipil sudah ada dalam proses penyusunan," ungkap Rumadi.
Diketahui, pada Perpres Nomor 7 Tahun 2021 disebutkan, rencana aksi yang terkandung dalam RAN PE merupakan serangkaian program yang terkoordinasi (coordinated programmes) yang akan dilaksanakan oleh berbagai kementerian/lembaga (K/L) terkait guna memitigasi ekstremisme berbasis kekerasan. Dalam hal ini RAN PE dikatakan bersifat melengkapi (complimentary) berbagai peraturan perundang-undangan nasional terkait dengan tindak pidana Terorisme. (OL-8)
KONDISI pendidikan di Provinsi Aceh pascabanjir pada November 2025 masih memprihatinkan dan memerlukan pemulihan segera serta terarah.
THE Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2025 digelar pada Sabtu dan Minggu (4–5/10) di The Papandayan Hotel Bandung. Tahun ini, festival ini menapaki usia satu dekade.
CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib, mengenang Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Mayor Jenderal TNI (Purn.) I Gusti Kompyang (IGK) Manila, y
Turut hadir pula Kepala Biro Humas KPK Yayuk Andriati Iskak, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Gumilar Prana Wilga, dan Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika.
UKW merupakan keharusan dan keniscayaan bagi jurnalis yang ingin meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya.
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno beserta jajaran Kemenparekraf, melakukan kunjungan ke kantor Media Group pada Rabu (16/10).
Simak penjelasan lengkap mengenai macam-macam ideologi di dunia, mulai dari Liberalisme, Komunisme, hingga Pancasila, serta karakteristik utamanya.
Pengalaman menjadi korban perundungan dapat menimbulkan rasa dendam, penolakan sosial, dan kehilangan makna diri, yang dapat membuat remaja lebih rentan terhadap pengaruh ideologi ekstrem.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Dalam konteks geopolitik modern, konsep proxy war atau perang perwakilan memiliki peran penting dalam memahami dinamika kekuatan global
Semua komponen bangsa harus bahu membahu menciptakan rasa aman sebagaimana arahan Presiden RI.
Dengan politik jalan tengah itu, Bivitri mengatakan program-program yang ditawarkan partai politik sekadar gimik belaka, bukan program yang berkarakter ideologi kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved