Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) Profesor Din Syamsuddin mengatakan saat ini Indonesia sedang dihadapi persoalan kemajemukan baik masalah agama, suku, budaya maupun bahasa.
"Bahkan, dalam satu lingkaran atau satu komunitas keagamaan pun ada perbedaan atau keterbelahan," kata dia dalam diskusi sarasehan kebangsaan dengan tema "Masalah Kemajemukan dan Upaya Merajutnya" yang dipantau di Jakarta, hari ini.
Dengan latar belakang bangsa Indonesia yang majemuk, Din mengajak semua elemen masyarakat agar tidak lelah merajut kemajemukan tersebut.
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 tersebut, berbagai masalah kemajemukan yang sedang dihadapi Indonesia harus diselesaikan sesegera mungkin.
Baca juga: KIP Sebut Harga Swab Antigen di Lapangan Capai Rp370 Ribu
"Kita tidak boleh menghindarkan diri dari adanya masalah-masalah, justru masalah itulah yang harus kita rajut," ujar dia.
Eks Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut mengatakan sebagai negara yang majemuk, seharusnya menjadi keberkahan dan menjadi ciri watak bangsa Indonesia.
Baik itu atas dasar agama, suku, budaya, bahasa dan lainnya seharusnya menjadikan keberagaman tersebut kekuatan bagi Indonesia.
Bahkan, ujarnya, tidak ada satupun bangsa yang memiliki kemajemukan sebagaimana halnya Indonesia. Kemajemukan itu tersebar di berbagai pulau-pulau yang terpisah namun masih dalam satu bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Amerika Serikat merupakan negara majemuk namun berada dalam satu wilayah atau daratan kontinental begitu juga dengan India.
"Sementara kita Indonesia memiliki kemajemukan yang khas, inilah yang perlu dijaga," katanya.
Dalam diskusi itu, Din Syamsuddin juga mengingatkan seharusnya pada 13 Desember bangsa Indonesia memperingati Deklarasi Djuanda yang telah mempersatukan NKRI.(Ant/OL-4)
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
KEMENTERIAN Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin atas komitmennya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Gen Z hidup di dua ruang sekaligus, yaitu dunia nyata yang penuh tuntutan dan dunia digital yang sarat perbandingan yang membuat ruang batin mereka mudah terdistraksi.
Kegiatan ini diinisiasi Kanwil Kemenag Sumbar bersama FKUB dan Kemenag Kota Padang sekaligus menjadi simbol nyata komitmen Sumbar merawat keragaman dan persatuan antar umat beragama.
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Azhar di Pekanbaru, Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved