Rabu 25 November 2020, 21:15 WIB

Dedi Mulyadi Mengaku Sejak Awal Tolak Ekspor Lobster

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Dedi Mulyadi Mengaku Sejak Awal Tolak Ekspor Lobster

MI/ Sumaryanto
.

 

WAKIL Ketua Komisi IV Dedi Mulyadi mengaku sejak awal tidak sepakat terhadap kebijakan ekspor benih lobster. 

Dirinya menilai kendati jumlahnya melimpah hingga 2 miliar, benih lobster merupakan bagian dari ekosistem laut yang harus dijaga kelangsungannya.

"Yang terpenting bagi kita bahwa dia bagian dari laut, bagian eksosistem, biarkan dia tumbuh dan berkembang sendiri agar menjadi lobster tangkapan dan harganya mahal dan menguntungkan nelayan," ungkap Dedi di Jakarta, Rabu (25/11).

Pernyataan tersebut ia ungkapkan saat menanggai pertanyaan awak media terkait ditangkapnya Menteri Kementerian Kelautan dan Perikana (KKP) Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kebijakan ekspor benih lobster. 

Dedi meminta semua pihak menghormti jalannya proses hukum yang dilakukan oleh KPK.

"Semoga Pak Edhy bisa melewati proses ini dengan baik dan memiliki kekuatan untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi terhadap apa yang dituduhkan kepada Pak Edhy sebagai menteri KKP," tutur Dedi.

Menurut Dedi, tujuan negara ekspor benih lobster dari Indonesia ke Vietnam juga menyisakan masalah tersendiri. Vietnam dari sisi aspek ekonomi merupakan kompetitor di bidang perikanan dan laut.

"Karena mereka kompetitor bidang perikanan dan laut mereka punya kemampuan dan teknologi budi daya laut yang memadai. Kemampuan budi dayanya itu tidak akan berarti manakala tidak mendapat suplay benih. Ini kan menjadi aneh, sudah menjadi kompetitor kok bahan bakunya kita kirim," tuturnya.

Dedi menegaskan, sebelumnya Komisi IV telah memperingatkan Edhy untuk tidak mengekspor benih lobster ke luar negeri.

Bahkan dalam rapat kerja (Raker) terakhir Komisi IV telah memberikan rekomendasi penghentian ekspor benih lobster karena adanya manipulasi data ekspor.

"Sekarang yang berikutnya juga, apabila nanti dibuat ada Raker dengan KKP ya saya akan terus menyampaikan bahwa benih lobster ini dihentikan," ungkapnya.

Dedi menuturkan, ada tidaknya kaitan benih lobster yang menyebabkan ditangkapnya Edhy oleh KPK, kebijakan ekspor benih lobster tetap harus dihentikan.

"Pokoknya ekspor benih lobster harus dihentikan. Jadi tidak penting apakah ada kasus atau tidak ada kasus," pungkas mantan Bupati Purwakarta itu. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/Sigid Kurniawan

Sambil Terisak, Jaksa Pinangki Minta Diampuni Hakim

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:53 WIB
Pinangki menyebut dirinya sangat merasa bersalah atas perbuatan yang telah...
Antara

NasDem Konsisten Kawal RUU PPRT dan RUU Masyarakat Hukum Adat

👤Putra Ananda 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:40 WIB
Menurut Ali, RUU MHA penting untuk disahkan karena berisi mengenai jaminan pelindungan, pengakuan, dan pemberdayaan masyarakat hukum...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Pinangki Ceritakan Awal Kariernya Sebagai Jaksa saat Baca Pledoi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:09 WIB
Pinangki Sirna Malasari dituntut 4 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya