Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERAGAMAN bangsa Indonesia menjadi kunci dalam menciptakan kemajuan cita-cita bangsa. Kemajuan bangsa dapat dicapai apabila bangsa ini mampu mengelola keberagamaan untuk bersatu, menyatukan keluasan dan kebesaran kekayaan bangsa.
Pernyataan tersebut diungkapkan cendekiawan Yudi Latif dalam webinar refleksi peringatan Hari Pahlawan yang diadakan oleh Alumni Angkatan II Pemantapan Nilai-Nilai (Taplai) Kebangsaan Lemhannas RI, secara virtual, kemarin.
Menurut Yudi, energi nasional bangsa Indonesia tidak boleh habis untuk saling bertengkar. “Kalau energi nasional kita habis untuk bertengkar satu sama lain, apa pun yang kita punya tidak akan jadi wahana untuk pembangunan,” ujarnya.
Bangsa ini, lanjut Yudi, juga harus memiliki komitmen dan tekad sama-sama fokus menggapai cita-cita menjadi bangsa yang maju. Kebebasan kreatif hak milik individu perlu dijunjung tinggi dengan diimbangi regulasi peraturan pemerintah agar tercipta kebebasan yang sehat.
“Kebebasan perlu dijunjung tinggi, tapi pada saat yang sama jangan sampai kebebasan dan keistimewaan itu membangun kekacauan dalam kebersamaan.”
Yudi melanjutkan, diperlukan juga keseimbangan dalam hakikat sosial dan keadilan. Ketimpangan dapat berpotensi menghambat kemajuan bangsa.
“Kalau timpang, misal terlalu menekankan kolektivisme, itu pasti gagal. Contoh Uni Soviet, sedangkan kalau terlalu menekankan pada individualisme, hal tersebut juga bisa menjadi predator,” tuturnya.
Gubernur Lemhannas Agus Widjojo mengemukakan sebuah bangsa dapat keluar menjadi pemenang dalam era globalisasi ketika berhasil membangun daya saingnya. Upaya membangun daya saing diawali dengan evaluasi diri.
“Apa kekurangan dan sisi lemahnya yang perlu kita perbaiki. Sementara itu, sisi kuat terus kita bina agar lebih efektif menjadi sarana utama.”
Ditekankan Agus, bangsa yang kuat dalam era globalisasi juga mampu membangun kerja sama dan perdamaian dengan bangsa-bangsa lain. (Uta/P-2)
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
KEMENTERIAN Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin atas komitmennya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Gen Z hidup di dua ruang sekaligus, yaitu dunia nyata yang penuh tuntutan dan dunia digital yang sarat perbandingan yang membuat ruang batin mereka mudah terdistraksi.
Kegiatan ini diinisiasi Kanwil Kemenag Sumbar bersama FKUB dan Kemenag Kota Padang sekaligus menjadi simbol nyata komitmen Sumbar merawat keragaman dan persatuan antar umat beragama.
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Azhar di Pekanbaru, Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved