Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka mencegah dan penanggulangan terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meluncurkan Indonesia Knowledge Hub on Countering Terrorism and Violent Extremism (I-KHub). Peluncuran I-KHub diresmikan langsung oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar, di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (19/10).
Baca juga: Mahfud Sibuk, Penyerahan Hasil Investigasi Intan Jaya Mundur Lagi
Adapun kegiatan ini dihadiri secara daring dan luring oleh perwakilan dari Kementerian/Lembaga (K/L), seperti BAPPENAS, Kemenko Polhukam, Kemenko PMK, Mitra Pembangunan Internasional, perwakilan negara sahabat, dan Organisasi Masyarakat Sipil.
Rafli menuturkan, I-KHub menandai era baru pelaksanaan koordinasi, kolaborasi dan kerja sama dalam upaya penanggulangan terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
"I-KHub akan menghubungkan perencanaan dan pelaksanaan program serta produk pengetahuan antara Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Lembaga Donor, Lembaga Multilateral, LSM dan sektor swasta," ujar Boy.
Adanta I-KHub, terang Boy, akan mendorong implementasi upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme secara lebih terarah dan terukur, sejalan dengan prioritas nasional.
"Kehadiran I-KHub juga diharapkan dapat mengatasi persoalan-persoalan klasik dalam koordinasi, pencarian informasi, serta tumpang tindih dan duplikasi program, terlebih dalam masa pandemi di mana interaksi menjadi terbatas," paparnya.
Baca juga: Jamu Tahanan, Kajari Jakarta Selatan Siap Diperiksa Komjak
Kehadiran I-KHub sendiri sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme yang mengamanatkan BNPT untuk merumuskan, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan, strategi, dan program nasional penanggulangan terorisme.
Di dalam konteks ini, I-KHub juga akan mendukung tujuan BNPT untuk menjadi Center of Excellence di bidang penanggulangan terorisme di tingkat global. (OL-6)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved