Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS pengungkapan penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI tak kunjung usai. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 11 saksi terkait dengan penyidikan, termasuk petugas kebersihan alias cleaning service yang disebut memiliki rekening lebih dari Rp100 juta.
Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono, mengungkapkan pihaknya tak bisa serta-merta langsung menduga cleaning service tersebut sebagai tersangka.
"Yang jelas kita ini membangun konstruksi hukum bedasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Tak bisa istilahnya kita main kaitkan," ungkap Awi, di Mabes Polri, Jumat (2/10).
Maka dari itu, terang Awi, pihaknya terus melakukan penyelidikan termasuk salah satunya ialah dengan meminta rekening koran petugas cleaning service tersebut langsung ke bank terkait.
"Tentunya ini berproses, jadi kita tak bisa langsung menduga terlibat atau tidak. Karena itu perlu pendalaman dan harus ada benang merahnya," ujar Awi.
Awi mengatakan penyidik terus mengumpulkan alat bukti yang ada. Dengan begitu, oihaknya bisa menyimpulkan apakah cleaning servive tersebut terlibat atau tidak.
Sebelumnya, pada rapat DPR, Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan meminta klarifikasi soal cleaning service yang menjadi saksi insiden kebakaran di Gedung Utama Kejagung.
Pasalnya, cleaning service itu memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama Kejagung, yang kebetulan menjadi titik awal kebakaran.
Selain itu, terdapat informasi bahwa cleaning service itu selalu didampingi oleh anak buah dari mantan Jaksa Agung Muda (JAM) dalam setiap pemeriksaannya. (OL-4)
Total, sudah ada tiga Kajari dijemput untuk diperiksa Kejagung.
Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung akan menghadirkan sejumlah tokoh sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018-2023.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved