Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo, dalam beberapa pekan terakhir, mengaku selalu sarapan serapan anggaran.
Hal tersebut dilakukan demi memastikan belanja kementerian/lembaga negara berjalan dengan cepat dan akurat.
"Setiap pagi saya sarapan angka. Kalau bapak ibu sarapan nasi goreng atau roti, saya sarapan angka-angka setiap hari," ujar Jokowi di Istana Negara, Kamis (23/7).
Baca juga: Wapres Serukan Kejaksaan Adil Kawal Hukum
Ia mengaku cukup senang dengan progres belanja yang dilakukan kementerian/lembaga negara.
"Angka-angka konsumsi sudah mulai terangkat. Artinya peredaran uang sudah terjadi. BLT desa, bansos tunai, dan bansos sembako itu sangat mempengaruhi daya beli dan konsusmsi rumah tangga, konsumsi masyarakat," jelas presiden.
Ia pun menekankan kepada seluruh kementerian/lembaga untuk terus meningkatkan kinerja terutama dalam tiga bulan ke depan.
Belanja APBN harus digenjot habis di periode tersebut demi memberikan stimulus kepada perekonomian nasional. (OL-1)
Hingga 30 September 2025, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru 62,8% dari target. Bahkan, ada tiga K/L besar yang serapannya masih di bawah 50%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Peringatan keras ini disampaikan saat membuka kegiatan Laporan Realisasi Belanja Daerah dan Realisasi PAD Triwulan II Tahun 2025 di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/8).
SERAPAN anggaran akhir tahun 2023 yang mencapai 100,2% dari alokasi Perpres 75/2023 dinilai tidak menjamin mampu meningkatkan kualitas anggaran. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi
PEMERINTAH membantah menahan aktivitas belanja untuk mendapatkan angka defisit anggaran yang kecil. Pasalnya realisasi belanja negara justru melampaui alokasi dana APBN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved