Senin 15 Juni 2020, 08:20 WIB

Pengamat: Bursa Capres 2024 Diprediksi Sengit

Theofilus Ifan Sucipto | Politik dan Hukum
Pengamat: Bursa Capres 2024 Diprediksi Sengit

MI/BARRY FATHAHILLAH
Pertarungan bursa calon presiden (capres) 2024 berlangsung sengit. 

 

DIREKTUR Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, memprediksi pertarungan bursa calon presiden (capres) 2024 berlangsung sengit. 

Sejumlah kepala daerah dan tokoh nasional berpeluang memperebutkan kursi orang nomor satu di Indonesia.

"Capres dari kepala daerah saya perkirakan (Gubernur DKI Jakarta) Anies Baswedan, (Gubernur Jawa Tengah) Ganjar Pranowo, (Gubernur Jawa Barat) Ridwan Kamil, dan (Gubernur Jawa Timur) Khofifah Indar Parawangsa," kata Jerry, Senin (15/6).

Jerry mengatakan peluang kepala daerah cukup besar lantaran kerap muncul di media. Beberapa sosok tersebut tengah beradu strategi menekan penyebaran virus korona (covid-19).

"Peran media sangat besar mendongkrak popularitas dan elektabilitas. Ini menjadi magnet politik dan ada daya magis politik," ujarnya.

Jerry menyebut bursa capres 2024 juga terbuka lebar bagi tokoh nasional. Dia menyebut Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno yang sempat menjajal 'pedas'nya kompetisi pemilihan umum (Pemilu) 2019 serta Menteri BUMN Erick Thohir.

"Erick tokoh potensial yang bersih. Dia telah merestrukturisasi 142 perusahaan BUMN menjadi 107," ucap Jerry.

Baca juga: Prabowo Bakal Jadi Ketum Lagi, Pengamat: Nyapres Lagi di 2024

Dia menambahkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga berpeluang melaju ke bursa capres 2024. Sebab, kata Jerry, 'tangan dingin' Surya membuat NasDem meraih tambahan 23 kursi menjadi 58 di pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

"Surya Paloh berpotensi lolos pada bursa Pilpres 2024 ini," kata Jerry.

Menurut Jerry, publik mencari tokoh yang memiliki ketegasan dan visioner. Dia menilai masyarakat jenuh dengan kompetisi yang dibanjiri janji politik belaka.

Sementara itu, Jerry memprediksi sejumlah sosok yang sulit menembus bursa capres 2024. Dia memperkirakan hal ini terjadi pada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Jerry menilai gaung Prabowo tak lagi nyaring kala bertarung di Pilpres 2019. Jerry mencontohkan Menteri Pertahanan itu yang kurang menonjol soal polemik di Laut Natuna Utara.

"Waktu (Pilpres) lalu Prabowo terkenal garang tapi kini suara itu tak terdengar lagi. Ini berbahaya baginya jika ingin menang," kata Jerry.

Sementara untuk Airlangga, Jerry mengatakan manajemen Partai Golkar yang kurang moncer berdampak bagi elektabilitasnya. Dia mencontohkan jebloknya kursi Golkar di Pileg 2019.

Golkar hanya sanggup mendapat 85 kursi dari target 110 kursi. Bahkan, kata Jerry, angka itu masih kalah dari kursi Golkar pada Pemilu 2014 yang mengamankan 91 kursi.

"Agak berat bagi Airlangga untuk lolos bursa capres 2024," tutur Jerry. (A-2)

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

Penyidikan Peristiwa Paniai Mulai Periksa Saksi dari TNI

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 05:25 WIB
Penyidikan Peristiwa Paniai mulai dilakukan sejak awal Desember tahun...
Medcom

Kejagung Sebut Perjanjian Ekstradisi Permudah Rampas Aset di Singapura

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 05:00 WIB
Setidaknya, Andi menyebut terdapat aset terpidana skandal PT Asuransi Jiwasraya yang berada di...
MI/Pius Erlangga

Kejagung Rekapitulasi Buronan yang Ada di Singapura

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 27 Januari 2022, 04:45 WIB
Perjanjian ekstradisi akan mempermudah Korps Adhyaksa untuk mengembalikan buronan yang selama ini bersembunyi di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya