Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH dan DPR sepakat untuk menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker). Presiden Joko Widodo mengatakan perlunya pendalaman lebih jauh terhadap klaster tersebut.
Menurut Presiden, rencana penundaan pembahasan klaster ketenagakerjaan sudah terlebih dahulu mengemuka di parlemen. Rencana itu pun sesuai dengan keinginan pemerintah. “Hal ini juga untuk memberikan kesempatan kepada kita untuk mendalami lagi substansi dari pasal-pasal terkait dan juga untuk mendapatkan masukan-masukan dari para pemangku kepentingan,” tutur Presiden Jokowi dalam konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani berharap Badan Legislasi (Baleg) DPR dapat menunda pembahasan klaster ketenagakerjaan dalam RUU Cipta Kerja yang paling banyak menimbulkan pertentangan.
*Puan meminta Baleg membuka ruang diskusi dengan publik, khususnya serikat pekerja dan buruh, sebelum membahas klaster ketenagakerjaan. Hal itu dengan mempertimbangkan situasi pandemi covid-19. “Saya ingin menyampaikan bahwa terkait dengan pembahasan omnibus law Cipta Kerja, untuk klaster ketenagakerjaan, kami meminta kepada Baleg untuk menunda pembahasannya,” ujar Puan.
Anggota DPR dari Fraksi NasDem yang juga Wakil Ketua Baleg, Willy Aditya, menyambut kesepahaman di parlemen untuk menarik mundur klaster ketenagakerjaan dari RUU Cipta Kerja.
NasDem sudah mengusulkannya sejak wabah covid-19 mulai membatasi kerja DPR. Belakangan Fraksi PDIP dan Fraksi Partai Gerindra turut mendukung.
Selaku mitra kerja DPR, pemerintah telah menunjukkan kesepahaman tentang penundaan tersebut. Hal itu, menurut Willy, sebagai hasil pertemuan Presiden Jokowi dengan perwakilan tiga serikat buruh. “Dan ini bagus. Ini artinya proses komunikasi dan demokrasi berjalan dengan baik,” ujar Willy.
Wakil Ketua Fraksi PAN Saleh P Daulay mengingatkan perlu hati-hati mengambil keputusan terkait dengan RUU yang mengusung skema omnibus law itu. “Kalau sekarang ada yang meminta agar klaster ketenagakerjaan dikeluarkan, pertanyaannya ialah apakah dengan begitu masalah lainnya sudah tidak ada? Apakah klaster-klaster lain yang akan dibahas sudah dapat diterima masyarakat? Itu juga bagian dari yang perlu dipelajari dan dikaji secara serius,” ujar Saleh, ketika dihubungi, kemarin.
Selain itu, Saleh khawatir ketiadaan perwakilan dua fraksi akan membuat aspirasi publik kurang tersalurkan. Panja RUU Cipta Kerja memang terbentuk tanpa perwakilan Fraksi PKS.
Kemudian, di tengah jalan Fraksi Partai Demokrat juga menarik perwakilan mereka. Alasan keduanya serupa, menginginkan pembahasan RUU Cipta Kerja dilakukan setelah wabah covid-19 berlalu.
Batal demo
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang telah mendengarkan pandangan semua pihak, termasuk masukan dari serikat buruh demi kebaikan seluruh bangsa dan rakyat Indonesia.
“Maka dengan demikian, serikat buruh dengan ini menyatakan batal atau tidak jadi aksi pada tanggal 30 April di Gedung DPR dan Kemenko Perekonomian,” ujar Iqbal. (Pro/Iam/P-2)
Komnas HAM telah melakukan serangkaian analisis, diskusi ahli, serta pelibatan publik untuk memberikan masukan terhadap draf RUU KKS dan naskah akademiknya.
Mahkamah Konstitusi juga menyatakan bahwa Pemilu adalah satu rezim dengan tidak ada lagi rezim Pilkada.
Pelapor yang merasa laporannya tidak ditindaklanjuti oleh penyelidik atau penyidik dapat membuat laporan kepada atasan atau pengawas penyidikan.
Pada Masa Sidang III ini, Dasco mengatakan DPR RI akan memprioritaskan pembahasan delapan rancangan undang-undang (RUU) yang saat ini sedang dalam tahap Pembicaraan Tingkat I.
Keluhan terbesar dari KUHAP yang berlaku saat ini adalah soal minimnya perlindungan hak tersangka dan minimnya peran advokat.
Bagi Fraksi PKS, salah satu langkah untuk membela Paestina adalah dengan menginisiasi RUU untuk memboikot produk asal Israel.
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved