Selasa 14 April 2020, 17:29 WIB

Netizen Tanggapi Buku Tere Liye Jadi Barang Bukti Pelaku Vandalis

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Netizen Tanggapi Buku Tere Liye Jadi Barang Bukti Pelaku Vandalis

Dok Pribadi
Buku karya Tere Liye, Negeri Para Bedebah

 

POLRES Banjar, Jawa Barat, menangkap tiga pemuda karena membuat coretan provokatif di dinding di Kota Banjar. Polisi juga menyita sejumlah buku sebagai barang bukti, di antaranya buku berjudul Negeri Para Bedebah karya Tere Liye.

Selain itu, ada tujuh judul buku yang digelar sebagai barang bukti, yakni Muhammad, Marx, Marhaen, Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, Bertuhan Tanpa Beragama, Sex dan Revolusi, Syekh Siti Jenar, dan Nietzsche Sabda Zarathustra.

Baca juga: Polisi Waspadai Aksi Anarko di Tengah Pandemi

Warganet mengritisi tindakan Kepolisian Resor Banjar, Jawa Barat, yang menjadikan buku Tere Liye sebagai barang bukti aksi vandalisme tiga pemuda di kota tersebut.

Rani, seorang netizen melalui akun Twitter @itsthathaway memberikan komentarnya. "Negeri Para Bedebah is one of the smartest book i've ever read by Tere Liye. And now they say this book is full of hate bc they judge it by the title but for real this book isn't about hate at all. This book is about economics, shadow economic, and full of action," cuitnya.

Baca juga: Lakukan Vandalisme Provokasi, Dua Pemuda Ditangkap

Adapun Cherie melalui akun Twitter @juleclipse menyatakan, "I grew up reading Tere Liye’s book and Negeri Para Bedebah is definitely one of his masterpieces. I gained lots of knowledge about bank and economy through this one and the book isn’t actually full of hatred," ungkapnya.

Baca juga: Polres Malang Buru Pelaku Vandalisme Kelompok Anarko

Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, filsuf asal Inggris Bertrand Russel melahirkan karya yang telah diterjemahkan menjadi berjudul Bertuhan Tanpa Agama. Karya itu kerap dianggap paling provokatif yang dihasilkan Russel tentang sains, filsafat. dan agama. Dalam buku ini Russel melihat agama dari pendekatan sebagai seorang filosof, sejarahwan, kritikus sosial, dan individu. Russel, juga menyatakan penolakan keras terhadap akar-akar fundamentalisme, irasionalisme, dan dogmatisme dalam beragama.

Buku lainnya, Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, adalah terjemahan karya Mark Manson (judul asli The Subtle Art of not Giving a F-ck).

Secara singkat buku ini sebenarnya berisi hal-hal agar menjalani hidup dengan bahagia. Konsep 'bodo amat' yang dibuat penulis diterjemahkan dalam beberapa hal praktis menjalani hidup. Seperti, kita berhak untuk bahagia, terlalu fokus pada hal yang seharusnya bisa diabaikan, cari tahu apa yang sebenarnya layak dipedulikan dan diinginkan, fokus pada hal yang lebih penting, semua akan baik-baik saja. Buku ini oleh New York Times dinobatkan sebagai buku terlaris.

Lalu, buku Muhammad, Marx, Marhaen karya Jeane S Mintz yang menjelaskan tentang akar sosialisme di Indonesia. Lalu, Syek Siti Jenar Sang Kontroversial karya Susatyo Budi Wibowo. (X-15)

Baca Juga

MI/ Susanto

Penyidik Periksa Tukang Loak dalam Kasus Asabri

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 18 Juni 2021, 23:24 WIB
"JTH selaku pihak swasta atau tukang loak. Saksi diperiksa terkait klarifikasi blokir SID (Single Investor Identification)," kata...
MI/Panca Syurkani

LSI Denyy JA Sebut Airlangga Layak Jadi Capres, Ini Tanggapan Golkar

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 18 Juni 2021, 23:06 WIB
"Pada dasarnya Golkar mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang menaruh harapan terhadap Ketua umum Golkar Airlangga...
dok.mi

Kehadiran Pimpinan KPK ke Komnas HAM Niat Baik Luruskan Soal TWK

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 18 Juni 2021, 22:21 WIB
PAKAR Hukum Pidana Prof Romli Atmasasmita menilai kedatangan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ke Komnas HAM merupakan niat baik...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya