Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN pemerintah Indonesia untuk tidak memulangkan eks warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dalam Foreign Terorist Fighter (FTF) atau teroris lintas negara dapat dipahami karena risiko keamanan. Langkah serupa juga diambil oleh negara lain. Meski demikian, pemerintah mengantisipasi dampak dari 690 WNI yang kini kehilangan kewarganegaraan.
Mereka berpotensi pindah ke negara lain atau mencari tempat baru untuk kembali membentuk kekuatan. Pandangan itu mengemuka dalam diskusi bertajuk WNI IS Dipulangkan atau Dilupakan? di Jakarta, kemarin.
Direktur Eksekutif The Indonesian Democracy Initiative, Arya Sandhiyuda, menjelaskan, dari hasil studi dan tren global terkait pelaku terorisme lintas negara, ada tiga kemungkinan.
Pertama, mereka kembali ke negara asal mereka dilahirkan. Kedua, memilih tempat konflik baru, dan terakhir memilih negara ketiga. Dalam konteks itu, Arya melihat tidak seluruh eks WNI yang bergabung IS di Suriah ingin kembali ke Indonesia.
“Bisa jadi mereka ingin bertempur di tempat lain, fakta bahwa IS sedang kalah di tempat pertempurannya,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah Indonesia turut bertanggung jawab dalam mencegah potensi penyebaran sel-sel terorisme dan radikalisme, dalam dan luar negeri. Karena itu, ada pilihan lain, yakni mengirim eks WNI yang pernah bergabung dengan IS ke Idlib, Turki. Di sana terdapat kamp yang dikelola oleh tentara Turki yang terlatih dalam menangani kelompok-kelompok radikal bersenjata.
“Secara umum menjadi tren global mereka mau kembali karena kalah. Turki dan Rusia mendesak mereka sehingga mereka mencari satu tempat singgah, bukan berarti redup ideologinya,” jelasnya.
Pandangan senada disampaikan Wakil Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Jamhari Makruf. Menurut dia, eks WNI tersebut akan menjadi pencari suaka ke negara lain.
Ia berpendapat bahwa pemerintah perlu benar-benar memetakan 690 WNI yang bergabung dengan IS sebelum memulangkan anak-anak mereka ke Indonesia. Pemerintah berencana akan memulangkan anak yatim piatu berusia di bawah 10.
“Harus dipikirkan mereka akan disekolahkan di mana, jangan sampai bergabung dengan kelompok yang lama,” ucap Jamhari.
Tenaga ahli Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian memaparkan, dari hasil pendataan yang dilakukan pemerintah, terdapat 690 eks WNI yang saat ini berada di Suriah.
Berkenaan dengan hal itu, kata dia, Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan tegas menyatakan mereka eks WNI tidak dipulangkan. “Itu demi keselamatan dan keamanan WNI di Indonesia,” tegasnya.
Paham sesat
Mantan napi terorisme, Haris Amir Falah, mengakui dibutuhkan waktu yang tidak singkat untuk menghilangkan paham radikal. Setelah hampir delapan tahun menjalani program deradikalisasi, Haris mengaku kini baru menyadari bahwa radikalisme dan terorisme merupakan paham sesat.
Dia mengungkapkan bahwa hal yang mendorongnya untuk hijrah dan setia kepada NKRI ialah ketika terkena kasus hukum tindak pidana terorisme pada 2010. Saat itu, ia merasa diperlakukan secara manusiawi walaupun hal yang dilakukannya ialah tindakan yang keji.
“Saya mulai tersentuh dengan perlakuan dari Densus 88. Tidak selalu dengan kekerasan, tetapi pendekatan yang dijelaskan bahwa saya terkena kasus hukum, hak-hak saya sebagai seorang muslim diberikan. Bukan Islam yang diperangi, melainkan saya sebagai muslim melanggar hukum negara harus dihukum. Ini negara kukum,” tukasnya. (P-3)
Stres menjadi WNI adalah fenomena yang dapat dialami oleh seseorang karena berbagai faktor, tidak semua orang juga mengalaminya.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Stella Chrstie ikut memberikan tanggapan terkait alumni LPDP viral karena ogah anaknya menyandang status WNI.
SEORANG penerima beasiswa LPDP dengan insial DS memicu pro kontra di media sosial. Berikut Kronologi Pernyataan Penerima LPDP soal Anak Jangan WNI
Bank Woori Saudara hadirkan WBK Pre-Registration Service untuk mempermudah WNI membuka rekening dan mengakses layanan perbankan di Korea Selatan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Untuk dua minggu ke depan, tercatat 257 WNI yang telah membeli tiket penerbangan ke Indonesia.
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
KELOMPOK militan ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada Jumat (6/2) di satu masjid Syiah, pinggiran Islamabad.
PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan bom bunuh diri yang mengguncang masjid Syiah di Islamabad pada Jumat (6/2).
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved