Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT terorisme Ridwan Habib mengapresiasi keputusan pemerintah menolak kepulangan simpatisan IS eks WNI.
"Keputusan ini tepat," kata Ridwan dalam program Bedah Editorial Media Indonesia di Metro TV, Rabu (12/2).
Namun, Ridwan meminta pemerintah menghimpun data akurat tentang jumlah IS bekas WNI.
Data jumlah IS eks WNI sebanyak 689, menurut Habib, berasal dari CIA, lembaga intelejen Amerika Serikat (AS).
Baca juga: Penolakan Kepulangan Eks IS Diapresiasi
"Intelejen kita bisa datang ke kamp-kamp penampung IS di Suriah dan Turki untuk menghimpun data," kata Ridwan.
Penghimpunan data mesti dilakukan supaya Indonesia memiliki data akurat terkait jumlah laki-laki, perempuan, anak-anak di atas 10 tahun, dan anak-anak di bawah 10 tahun. Dengan begitu, pemerintah bila di kemudian hari hendak memulangkan kelompok tertentu, hal itu didasarkan pada data akurat.
"Anak-anak di bawah 10 tahun bisa dibuka opsi untuk dipulangkan. Yang di atas 10 tahun sudah dilatih bongkar pasang senjata dan merakit bom. Perempuan sama berbahayanya, sama kejamnya, dengan laki-laki," tuturnya. (OL-1)
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
KELOMPOK militan ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada Jumat (6/2) di satu masjid Syiah, pinggiran Islamabad.
PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan bom bunuh diri yang mengguncang masjid Syiah di Islamabad pada Jumat (6/2).
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved