Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi I DPR Fraksi NasDem Willy Aditya menilai rencana memulangkan warga negara Indonesia (WNI) eks Islamic State (IS) sebuah hal yang menyesatkan. Pasalnya, pertimbangan memulangkan warga tidak melulu soal kemanusiaan.
"Secara personal, secara pribadi, saya melihat berpikir mengembalikan 600 ini saja sebuah kesesatan," kata Willy dalam diskusi Cross Check by Medcom.id bertajuk 'Menimbang Kombatan ISIS Pulang' di Upnormal Coffee and Roasters, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/2).
Willy menegaskan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan. Keputusan mereka yang bergabung dengan kelompok teroris meninggalkan negara mereka adalah sebuah ekspresi ideologi voluntarisme.
Baca juga: WNI Eks-IS yang akan Dipulangkan Harus Disaring
Artinya, lanjut Willy, paham tersebut adalah bentuk ideologi optimal untuk datang ke sebuah negara asing dengan tujuan tertentu dan berpikir untuk berperang.
"Jangan kemudian kita memisahkan yang aktif efektif jadi pembangkang, dan ini perempuan dan anak jadi support sistem yang terpapar oleh sebuah ideologi tertentu. Jangan berpikir seperti itu," ujar Willy.
Dia meminta agar melihat fenomena ini tidak melihat dari satu sisi. Tidak hanya dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan.
"Donald Trump (Presiden AS) yang selama ini permisif dengan IS, 'oh silahkan dia kembali ke negaranya', nah ini yang harus kita baca. Jadi membaca ini tidak bisa melihat satu hal tekstual, parsial, tidak. Dia punya dialektika kompleksitas yang benar-benar kita letakkan dengan fair," jelas Willy.
Menurut Willy masih banyak WNI yang pantas dikembalikan ke Indonesia. Memulangkan WNI eks IS hanya menjadikan negara menerima penyakit baru.
"Kalau toh mau mengembalikan teman-teman di sini imigran yang mendapat pelanggaran HAM, kekerasan itu yang lebih layak dikembalikan," pungkas Willy.
Ada sekitar 600 warga eks IS. Rinciannya, 47 berstatus tahanan dan 553 orang sebagian besar berada di kamp pengungsian.
Rencananya mereka akan dideportasi ke Indonesia. Pemulangan mereka menuai polemik, sebab ditakutkan membawa paham radikalisme itu ke Indonesia. (OL-1)
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
KELOMPOK militan ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada Jumat (6/2) di satu masjid Syiah, pinggiran Islamabad.
PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan bom bunuh diri yang mengguncang masjid Syiah di Islamabad pada Jumat (6/2).
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved