Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENKO Polhukam Mahfud MD menyatakan pandangan secara pribadi terkait warga negara Indonesia yang bergabung dengan kelompok radikal ISIS.
"Kalau ditanya ke Mahfud, bukan sebagai Menko Polhukam, saya setuju untuk tidak dipulangkan karena berbahaya bagi negara," ujar Mahfud adi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2).
Ketika orang-orang tersebut memutuskan untuk pergi dan bergabung dengan ISIS, secara hukum, Mahfud mengatakan negara bisa mencabut paspor mereka, terlebih bagi warga negara yang secara jelas membakar paspor mereka.
"Itu artinya dia sudah tidak punya status warga negara. Dari banyak negara yang punya kasus itu juga belum ada satu pun yang menyatakan akan memulangkan. Ada memang yang selektif, anak yatim boleh dipulangkan. Tapi pada umumnya tidak ada yang mau memulangkan teroris," jelasnya.
Baca juga: Jokowi Tidak Setuju Pemulangan Eks ISIS
Namun, sebagai Menko Polhukam, Mahfud memiliki pernyataan yang berbeda.
Pemerintah pasti akan melalui banyak pertimbangan untuk memutuskan apakah para WNI yang telah bergabung ISIS bisa dipulangkan.
"Kita belum putuskan. Kalau dipulangkan, mereka bisa menjadi masalah disini, bisa menjadi virus baru di sini. Karena jelas-jelas mereka pergi ke sana untuk menjadi teroris. Kalau pulang kan harus dideradikalisasi dulu," ucap dia.
Sementara, durasi proses deradikalisasi cenderung sangat terbatas. Sekalipun telah melalui proses tersebut, para eks-ISIS itu berpotensi kembali menjadi radikal ketika dilepas kembali ke masyarakat.
"Mereka bisa kambuh lagi. Kenapa? Karena di tengah masyarakat nanti dijauhi. Kalau dijauhi, akhirnya jadi teroris lagi. Tetapi kalau tidak dipulangkan, mereka punya hak sebagai warga negara untuk tidak kehilangan status sebagai warga negara," sambung Mahfud.
"Maka dari itu kita sedang mencari formula, bagaimana aspek hukum serta aspek konstitusi dari masalah teroris pelintas batas ini terpenuhi semua,'tandasnya. (OL-8)
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
KELOMPOK militan ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada Jumat (6/2) di satu masjid Syiah, pinggiran Islamabad.
PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan bom bunuh diri yang mengguncang masjid Syiah di Islamabad pada Jumat (6/2).
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved