Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menegaskan hukum harus ditaati karena telah disepakati bukan karena kebenarannya.
Mahfud menjelaskan, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bisa diamandemen karena adanya pandangan berbeda terkait kebenarannya. Kemudian pihak-pihak terkait membuat kesepakatan untuk memperbaruinya.
"UUD sekarang ada yang bilang lebih baik, ada juga yang bilang demokrasi kebablasan. Semua pendapat itu benar. Kalau semua yang benar diakomodasi, hukum tidak akan jadi. Maka itu diambil jalan tengah, disepakati," ujar Mahfud, Rabu (22/1).
Sama halnya dengan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Perbedaan pandangan terkait kebenaran hukum tersebut pasti akan terjadi. Maka dari itu, pemerintah akan membahas lebih dulu bersama DPR. Masyarakat pun boleh terlibat dengan memberi masukan selama proses pembahasan berlangsung.
Ia pun menanggapi santai aksi-aksi demonstrasi yang muncul untuk menentang omnibus law. Menurutnya, sebagian besar pendemo turun ke jalan karena mispersepsi.
Baca juga: Dasco: DPR Paling Lambat Terima Draft Omnibus Law Pekan Depan
Banyak yang menganggap Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dibuat untuk mengakomodir masuknya pengusaha asing terutama Tiongkok ke Tanah Air.
"Padahal tidak. Semangatnya adalah mempermudah semua investor, lokal atau asing semua sama. Tidak ada urusan khusus sama Tiongkok," tuturnya.
Lagi pula, lanjut dia, investasi hanya sebagian kecil poin yang dibahas dalam omnibus law. Hal utama yang menjadi perhatian adalah penciptaan lapangan kerja dengan mempermudah proses-proses berinvestasi.
Kepada pihak-pihak yang menentang karena tidak memahami omnibus law secara utuh, pemerintah siap memberikan penjelasan. Namun, bagi pihak yang menentang karena perbedaan pandangan terkait kebenaran, mereka bisa memberikan masukan kepada DPR.
"Omnibus law bukan lah hukum luar biasa. Omnibus law sama seperti hukum lainnya. Itu hanya metode penyelesaian masalah-masalah hukum yang selama ini terjadi dan mengganggu jalannya pemerintahaan," pungkasnya.(OL-5)
Unsur mens rea sangat krusial dalam membedakan korupsi dari kesalahan administrasi biasa
KPK mendalami dugaan pemerasan dalam rekrutmen perangkat desa di Pati, termasuk perencanaan anggaran dan dugaan mahar jabatan. Empat tersangka ditetapkan.
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Mantan Menhub Budi Karya Sumadi mangkir dari panggilan KPK terkait pengembangan kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta yang turut menjerat Sudewo.
KPK menyatakan tidak mempermasalahkan batalnya Jamdatun Kejagung Narendra Jatna bersaksi dalam sidang ekstradisi buronan Paulus Tannos di Singapura karena sudah ada afidavit.
KPK menggeledah kantor serta rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok terkait kasus suap sengketa lahan. Penyidik menyita dokumen dan uang USD50 ribu.
Permasalahan tersebut akan diselesaikan melalui mekanisme Omnibus Law untuk menciptakan kesepakatan bersama mengenai kebutuhan organisasi di tiap lembaga.
Penyusunan undang-undang secara tergesa-gesa seperti yang terjadi dalam proses pembentukan UU Cipta Kerja (Ciptaker) memperlihatkan kelemahan serius dalam penerapan model omnibus.
GELOMBANG gugatan terhadap Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja terus mengalir ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Sejumlah aliansi dan serikat pekerja di Jawa Tengah berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Kamis (28/8/2025).
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengajak seluruh masyarakat, terutama warga Bali untuk sama-sama memperjuangkan UU Kebudayaan.
Omnibus Law: Kupas tuntas kebijakan ekonomi terbaru, dampak, dan peluangnya. Panduan lengkap untuk memahami perubahan signifikan ini!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved