Minggu 19 Januari 2020, 20:36 WIB

Sistem Proporsional Tertutup tak Jamin Kurangi Politik Uang

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Sistem Proporsional Tertutup tak Jamin Kurangi Politik Uang

MI/Rommy Pujianto
Peneliti Perludem Fadli Ramadhanil

 

PENELITI Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil menilai pengembalian sistem pemilu dari sistem proporsional terbuka ke proporsional tertutup tidak menjamin akan mengurangi praktik politik uang.

Dalam sistem proporsional tertutup, menurutnya, politik uang justru akan beralih ke tubuh partai politik untuk berebut nomor urut.

"Ngga ada jaminan (sistem proporsional tertutup kurangi politik uang). Money politic bisa bergeser ke partai, kalau sistem rekrutmen dan sistem kaderisasi partai tak kunjung diperbaiki dengan sistem demokrasi internal," terang Fadli kepada Media Indonesia, Minggu (19/1).

Politik uang yang terjadi di tubuh partai nantinya, lanjut dia, itu justru akan lebih sulit terungkap.

"Dan itu akan membuat biaya politik akan semakin tinggi. Kontrol masyarakat menjadi semakin menjauh. Akhirnya pemilu jadi perhelatan elite saja. Esensi pemilu sebagai sarana kedaulatan rakyat menjadi terancam," tuturnya.

Baca juga : Ambang Batas Parlemen, Sejumlah Fraksi Belum Satu Suara

Jika sistem proporsional terbuka masih membuka ruang bagi praktik politik uang, kata Fadli, itu bukan berarti sistem pemilu harus diubah ke sistem proporsional tertutup. Langkah tersebut, menurutnya, tidak lah tepat.

Justru, lanjut dia, ada beberapa hal yang harus diperbaiki agar sistem proporsional terbuka ke depannya bisa mengurangi praktik politik uang. Pertama, perilaku elite. Juga, terus menerus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Selain itu, sambung dia, penegakan hukum juga harus diperbaiki. "Mesti dirumuskan sanksi yang berdaya cegah dan berefek jera bagi pelaku politik uang," katanya.

Menekan praktik politik, kata Fadli, butuh peran dari seluruh stakeholder terkait mulai dari parpol, masyarakat, hingga aparat penegak hukum. "Ini masalah kompleks. Harus peran serta seluruh stakeholder menyelesaikannya," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

Ist/DPR

Puan: Publik Menunggu Penuntasan Kasus Penembakan Brigadir J Secara Transparan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 08:37 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani juga mengingatkan agar kasus pembunuhan ini diselesaikan secara...
MI/Adam Dwi

Airlangga, Zulkifli Hingga Suharso Monoarfa Daftar Bersama ke KPU

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 07:40 WIB
PARA Ketua Umum Partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Kabareskrim Kecam Kuasa Hukum yang Klaim Berhasil Buat Bharada E Mengaku

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 06:31 WIB
"Bukan karena pengacara itu, dia (Bharada E) mengaku, tapi karena apa yang dilakukan penyidik, apa yang dilakukan tim...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya