Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Pol Heru Winarko, mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap berbagai jenis modus penyeludupan narkotika. Bahkan, modus-modus baru ditemukan sepanjang pengungkapan kasus di 2019. Seperti pembuatan narkoba dalam bentuk cair.
"Untuk jenis modus operandi baru yang diungkap BNN, Polri, dan Bea Cukai antara lain kasus penyelundupan narkotika cair yang disemprotkan ke serat kain atau baju tersangka," kata Heru di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (20/12).
Salah satu tersangka bernama Iskandar ditangkap saat perjalanan dari Malaysia menuju Indonesia. Kata Heru, narkoba yang dicairkan merupakan tipe sabu pada Juni 2019.
Adapun tersangka Iskandar diketahui melakukan perjalanan dari Malaysia ke Indonesia dengan menggunakan pesawat masuk melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang Banten menuju Bogor, Jawa Barat.
"Menurut pengakuan tersangka bahwa dirinya langsung memakai baju yang kemudian disemprotkan narkotika jenis sabu oleh orang lain yang ditemuinya di Malaysia," terangnya.
Dia menambahkan, ada juga pengungkapan penyelundupan narkotika yang disimpan dalam tabung gas elpiji di daerah Kalimantan Timur serta Jakarta.
"Modus lainnya 200 kilogram ganja disimpan dalam tabung gas nitrogen, kompresor (alat las) dan peti perkakas di wilayah Kramat jati, Jakarta Timur, pada Agustus 2019. Sebelumnya narkotika dibawa dari Aceh dengan truk yang mengangkut sayuran," lanjutnya.
Baca juga: Tumpak Komit Bawa KPK sebagai Garda Terdepan Berantas Korupsi
Kemudian ada juga penyeludupan ganja melalui kendaraan pengangkut limbah-limbah.
"Modus lainnya ganja disimpan di dalam mobil boks yang membawa limbah bahan berbahaya dan beracun sisa medis," pungkasnya.
Sementara itu, dalam aspek pencegahan yang merupakan bagian dari demand reduction, BNN melalui Deputi Bidang Pencegahan telah melaksanakan berbagai terobosan dan inovasi, antara lain yang menjadi unggulan yakni Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang saat ini telah diterapkan di 195 desa di seluruh Indonesia.
Kemudian Program Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (Bang Wawan) yang fokusnya melibatkan semua pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat.
"Kegiatan utamanya yaitu tes urine, penyuluhan anti narkoba, dan pembentukan satgas di lingkungan masyarakat," lanjutnya.
Relawan Anti Narkoba di wilayah terluar dan terdepan NKRI, dengan melibatkan masing-masing 150 orang relawan. Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.id) Melalui program ini, BNN mengajak generasi milenial mengambil peran dalam kampanye cegah narkoba. REAN.id ini berisikan konten-konten kreatif seperti video, vlog, mural, artikel maupun poster yang bertemakan kampanye cegah narkoba. (OL-1)
"Vape adalah produk legal yang telah diatur dalam berbagai kebijakan. Yang harus diberantas adalah penyalahgunaannya, bukan serta-merta produknya."
BNN RI mewaspadai dampak konflik kartel narkoba di Meksiko yang mulai memengaruhi peta rantai pasok narkotika ke Indonesia.
Fokus BNN seharusnya diarahkan pada pelaku ilegal, bukan justru menuding semua pelaku industri legal yang sudah patuh pada aturan.
BNN memusnahkan barang bukti dari hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika serta mengamankan 10 orang tersangkaPemusnahan barang bukti narkotika
BNN menegaskan komitmen memerangi narkotika secara komprehensif, baik melalui tindakan tegas maupun pencegahan.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa stabilitas keamanan negara sangat bergantung pada keberhasilan penanganan narkoba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved