Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengatakan bahwa penghidupan kembali posisi wakil panglima TNI adalah usulan lama. Untuk pengisian posisi tersebut, dikatakannya, bisa dilakukan kapan pun.
"Itu juga usulan lama tetapi untuk pengisian memang belum. Bisa minggu depan, bisa bulan depan, bisa tahun depan," kata Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019) malam.
Saat ditanya mengenai urgensi posisi wakil panglima TNI, Jokowi menyampaikan bahwa itu dilakukan lantaran TNI mengelola sebuah manajemen yang besar.
"Coba berapa TNI kita yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Kalau di Polri saja ada Kapolri dan Wakapolri, Kejaksaan ada Jaksa Agung dan Wakil Jaksa Agung, iya kan. Di BIN ada Kabin ada Wakabin, iya kan," tuturnya.
Terkait mekanisme pemilihan siapa yang akan mengisi posisi wakil panglima TNI, dikatakan Jokowi, itu akan berasal dari usulan panglima.
"Tentu saja dari panglima," ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyampaikan bahwa penghidupan kembali posisi wakil panglima TNI bukan lah hal yang mendadak. Saat Moeldoko menjadi panglima TNI juga mengajukan usulan untuk adanya jabatan tersebut.
baca juga: Meneladani Rasulullah Dalam Membangun Indonesia Maju
"Di situ juga ada keperluan. Kalau kita lihat secara komparatif dengan lembaga lain, Kapolri juga ada Wakapolri, BIN ada, K/L yang besar ada, Jaksa Agung juga ada. Sesuatu yang wajar lah," tandasnya. (OL-3)
Bazar TNI menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga 15 persen lebih murah dari pasar untuk meringankan kebutuhan Lebaran masyarakat.
TNI tegaskan sistem peradilan militer tetap independen dan di bawah pengawasan Mahkamah Agung dalam sidang uji materi UU No. 31/1997 di Mahkamah Konstitusi.
Peran aktif prajurit TNI dalam membantu masyarakat dearah adalah wujud pengabdian Dan kecintaan TNI terhadap Rakyat dan Bangsa Indonesia.
Mabes TNI buka suara terkait beredarnya Telegram Panglima TNI mengenai status Siaga 1. Simak penjelasan Kapuspen TNI soal pengamanan objek vital nasional.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved