Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi I DPR RI Meutya Hafid menilai keputusan Presiden Joko Widodo menghidupkan kembali posisi Wakil Panglima TNI, sudah tepat. Kepala negara diakuinya telah menjawab kebutuhan organisasi TNI.
"Pada dasarnya posisi Wakil Panglima TNI merupakan kebutuhan untuk mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis yang dinamis," ujar Meutya ketika dihubungi, Kamis (7/11).
Baca juga: Tiga Kepala Staf Angkatan Berpeluang Jadi Wakil Panglima TNI
Menurut dia, TNI memiliki tiga matra, yaitu darat, laut, dan udara. Pun guna mengantisipasi perkembangan lingkungan yang strategis maka diperlukan dukungan organisasi yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi militer.
"TNI memiliki kekuatan personel yang begitu besar, sehingga wajar perlu pelaksana tugas harian ketika Panglima TNI berhalangan hadir. Apalagi panglima TNI juga perlu mendampingi Presiden dalam berbagai tugas dalam maupun luar negeri. Tentu ini perlu diantisipasi."
Usulan menghidupkan kembali posisi tersebut, sambung dia, bukanlah hal baru. Usulan itu pernah juga disampaikan Jenderal (Purn) Moeldoko kala menjabat Panglima TNI pada 2015.
Jabatan Wakil Panglima TNI tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI. Perpres itu juga menjelaskan bahwa jabatan Wakil Panglima TNI ialah perwira tinggi yang menyandang pangkat bintang empat. (Gol)
Donny Pramono menyatakan bahwa proses penyiapan pasukan untuk misi perdamaian dan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, terus dimatangkan.
Jumlah pelanggaran prajurit TNI 2025 menurun hingga 40%. Namun, tantangan disiplin dan kejahatan siber masih jadi sorotan.
Pemerintah mengambil langkah konkret dengan memperkuat pengamanan bandara khususnya di wilayah di Papua menyusul insiden penembakan pesawat perintis di Papua Selatan.
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved