Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MANTAN Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani menyebut Presiden Joko Widodo bakal mengubah sejumlah nomenklatur kementerian pada periode 2019-2024. Sri Mulyani mengaku siap mengantisipasi perubahan tersebut.
"Kita akan antisipasi bagaimana agar proses transisi itu berjalan cepat, efisien, dan baik, sehingga tidak mengganggu program-program prioritas," kata perempuan yang akrab disapa Ani itu usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10).
Saat disinggung soal nama menteri pada kabinet untuk periode mendatang, Ani mengaku belum mengetahuinya. Menurut dia, hal tersebut hak prerogatif presiden.
Selasa (22/10) pagi, Ani bertemu Jokowi. Dalam pertemuan itu, Jokowi meminta Ani kembali mengisi jabatan menteri keuangan untuk lima tahun ke depan.
Baca juga: Sri Mulyani Mengaku Diminta Tetap Jadi Menkeu
Ani sebelumnya merupakan menteri keuangan di pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Ia ditunjuk menggantikan posisi menkeu yang sebelumnya diemban Bambang Brodjonegoro pada 2016.
Ia mengaku menerima penugasan tersebut dengan senang hati. Sebab, Indonesia masih akan menghadapi berbagai dinamika perekonomian global.
"Buat saya, ini adalah sebuah kehormatan mendukung Presiden dan Wakil Presiden," ungkap dia.
Lebih lanjut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan bakal mempertahankan sejumlah kebijakan fiskal serta melakukan beberapa perubahan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, menciptakan apangan pekerjaan, dan mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Saya rasa kita terbuka dengan dinamika yang ada enggak ada perubahan yang statis," ujar dia. (OL-2)
Selain Tom Lembong, masih ada beberapa mantan menteri era Jokowi yang terjerat kasus korupsi. Berikut beberapa mantan menteri tersebut.
Seharusnya Prabowo berkaca pada kabinet pemerintahan Jokowi.
“Setahu saya ada. Kan Pak Prabowo sudah ngomong kalau nama-nama dari kabinet Pak Jokowi yang bagus-bagus akan juga dipakai untuk membantu beliau."
MENTERI Sosial Tri Rismaharini bungkam saat ditanya rencana mundur dari kabinet Presiden Jokowi. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke awak media, Selasa (3/9).
PDIP berharap reshuffle kabinet di akhir masa jabatan ditujukan untuk meningkatkan kinerja. Pasalnya, persoalan perekonomian rakyat mendesak untuk diselesaikan.
Saat ditanya lebih lanjut soal Menteri ESDM Arifin Tasrif yang akan digantikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden enggan menjawab kabar tersebut.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved