Rabu 09 Oktober 2019, 10:08 WIB

Sidang Putusan Sela Kasus Romi Digelar Hari Ini

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Sidang Putusan Sela Kasus Romi Digelar Hari Ini

MI/BARY FATHAHILAH
Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy

 

PENGADILAN Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta akan menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) dengan terdakwa Romahurmuziy (Romi). Majelis hakim akan menentukan melanjutkan atau tidak perkara mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

"Sidang agenda putusan sela rencananya pukul 10.00 WIB," kata kuasa hukum Romi, Maqdir Ismail, Rabu (9/10).

Maqdir berharap majelis hakim dapat mengabulkan permohonan eksepsi atau nota keberatan Romi. Eksepsi telah dibacakan pada 23 September lalu.

Salah satu poin dalam eksepsi, Romi menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengerdilkan PPP. Sehingga suara PPP pada Pemilu 2019 anjlok.

Romi menilai penangkapannya sama dengan peristiwa pada Pemilu 2014. Saat itu, mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali juga ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Baca juga: Uji Materi UU KPK Sesuai Hukum

"Kepada penyelidik yang memimpin operasi KPK, sudah saya katakan, kalau suara PPP nanti terjerembab pada Pileg 2019, Andalah yang paling bertanggung jawab atas berkurangnya dukungan politik legislasi yang dibutuhkan umat secara nasional," kata Romi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK meminta majelis hakim menolak semua eksepsi Romi. Surat dakwaan Romi dinilai sudah memenuhi syarat dalam ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Kami meminta hakim menolak eksepsi dari terdakwa, dan menetapkan untuk melanjutkan persidangan ini," kata JPU KPK Wawan Yunarwanto saat memberikan tanggapan atas eksepsi atau replik, 30 September lalu.

Romi didakwa menerima suap Rp325 juta dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.

Suap diterima Romi secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Romi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Jadi Calon Kapolri Termuda, Listyo Harus Perkuat Soliditas Polri

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 23:00 WIB
Komjen Listyo merupakan lulusan Akpol Angkatan 1991. Dari lima nama Jenderal yang diajukan Kompolnas ke Presiden Joko Widodo, dia merupakan...
dok.mi

Pihak GRP Optimistis Permohonan PKPU Ditolak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 22:55 WIB
KUASA hukum PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) optimistis, hakim akan menolak permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang  (PKPU) PT...
MI/M. Irfan

KPK Telusuri Fee Kasus Proyek Citra Satelit BIG 

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 20:00 WIB
Penelusuran itu dilakukan melalui pemeriksaan saksi Direktur PT Bhumi Prasaja Rasjid A Aladdin yang merupakan rekanan proyek...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya