Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Ketua DPR RI Akbar Tanjung menilai sebaiknya Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tidak dikaitkan dengan menjadikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Sebab hal tersebut nantinya akan menimbulkan komplikasi ke banyak hal.
"GBHN itu dikaitkan ke MPR sehingga menjadi lembaga tinggi negara saya pikir itu tidak tepat," tutur Akbar Tanjung kepada Media Indonesia, Jumat (16/8).
Ia berpendapat selama ini konstitusi telah mengalami berbagai perubahan, termasuk terkait sistem pemilihan dari presiden. Bila nantinya GBHN disetujui, Akbar khawatir hal tersebut akan menjadikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara dan membuat sistem pemilihan langsung terpengaruh.
Rakyat selama beberapa tahun terakhir ini sudah diberikan kesempatan secara langsung untuk memilih presidennya sendiri. Oleh sebab itu, pemilihan presiden oleh MPR tentu akan menimbulkan reaksi dari rakyat karena rakyat sebagai pemegang kedaulatan.
Baca juga: GBHN Dipandang Perlu Sebagai Panduan Pembanguan Nasional
Akbar pun menilai bila GBHN dikaitkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai sesuatu yang tidak relevan.
"Menurut saya tidak relevan membuat GBHN, adanya rencana pembangunan jangka panjang dan menengah sudah mencakup substansi. Setidaknya itu sudah sesuai dengan semangat yang ada di GBHN. Karna itu menurut saya tidak perlu menetapkan kembali GBHN, karena hal itu bisa juga mengarah kepada menetapkan MPR sebagai lembaga tertinggi negara," pungkas Akbar.(OL-5)
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA).
Tragedi longsor Bantargebang yang menewaskan 4 pekerja menjadi alarm krisis sampah. Simak analisis Eddy Soeparno soal implementasi Perpres PSEL 2025.
Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mewujudkan upaya yang lebih baik dalam pencegahan dan penanganan masalah kesehatan jiwa pada anak dan remaja.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan dalam ekosistem Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).
WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan desa.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved