Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Pusat Penerangan TNI, Mayjen Sisriadi, menepis tudingan taruna akademi militer atas nama Enzo Zens Allie terpapar radikalisme. Belakangan beredar foto Akmil keturunan Prancis itu tengah membawa bendera tauhid yang diletakkan di tas ranselnya.
Sisriadi memastikan Enzo bersih. Seleksi ketat sebelum menjadi taruna Akmil membuktikan tudingan Enzo condong ke ideologi radikal salah.
"Tidak (benar). Kita kan ada sistem seleksi yang berbeda dengan seleksi orang mau kerja sif siang, sif malam. Ini untuk megang senjata dia. Jadi sudah selektif," ujar Sisriadi.
Menurut Sisriadi, seleksi ketat termasuk memonitor aktivitas calon taruna Akmil di media sosial. "Selain seleksi tertulis, kita juga telusuri aktivitas dia di media sosial, lalu diadakan wawancara.''
Sementara itu, foto Enzo dengan membawa bendera tauhid ditemukan terpajang di akun pribadinya pada media sosial Facebook.
Namun, ia enggan untuk disebut kecolongan dalam menyeleksi Enzo.
Ia akan tetap membuktikan kebenaran foto tersebut. Andai hal itu benar, pihaknya akan memberikan perhatian khusus. "Kita buktikan dulu dia terpapar atau tidak. Nanti kita dalami, kita beri perhatian khusus karena kita punya sistem deradikalisasi.''
Enzo lahir di Prancis, tapi pindah ke Indonesia pada usia 13 tahun setelah ayahnya meninggal. Wajah Prancis Enzo rupanya berasal dari sang ayah. Ayah Enzo bernama Jean Paul Francois Allie asal Paris. Ibunya bernama Siti Hajah Tilaria asal Sumatra Utara.
Sebelumnya, taruna TNI Enzo Zenz Allie viral setelah diwawancarai Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam bahasa Prancis. Enzo Zenz Allie ialah warga negara Indonesia keturunan Prancis.
Namun, kekinian foto mirip Enzo kembali viral di jagat maya membawa bendera serupa yang digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Foto itu diunggah akun Twitter bernama @Dwiyana_DKM.
Akun tersebut juga membubuhkan akun Twitter milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto terkait unggahan tersebut.
"Masih ingat Enzo Allie, remaja blasteran Indonesia-Prancis yang viral karena lolos jadi anggota TNI? Bersama ibunya HBA, anak ini terindikasi sebagai simpatisan HTI mendukung khilafah & antipemerintah," cicitnya.
"Bagaimana ini Pak @TjahjantoHadi, @jokowi. Jangan sampai TNI memelihara anak ular?" sambungnya.
Seleksi ketat
Mabes TNI memastikan tiap taruna Akmil telah melalui seleksi ketat. Prosedur pengoperasian standar (SOP) seleksi turut menelusuri ideologi yang dianut para calon taruna.
"Tidak hanya Enzo. Teman Enzo juga akan kita lakukan penelusuran lebih lanjut," kata Sisriadi.
Menurut dia, pihaknya tak bakal membiarkan Akmil sebagai kawah candradimuka perwira TNI disusupi penganut ideologi non-Pancasila. Begitu ada indikasi menganut ideologi radikal, sang taruna bakal ditendang.
Mabes TNI pun sedang mendalami info miring tentang Enzo. Sisriadi memastikan bila terbukti tidak beres, Enzo akan dipecat.
Sebaliknya, jika info terpapar HTI tak benar, Enzo tetap dipertahankan sebagai taruna TNI.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai Enzo Zenz Allie memenuhi syarat menjadi prajurit TNI setelah menjadi serangkaian tes. (Medcom.id/P-1)
Sebelumnya, viral di media sosial foto Enzo sedang memegang bendera bertuliskan kalimat tauhid. Bendera itu identik dengan HTI yang sudah dibubarkan pemerintah dua tahun lalu.
Keterlibatan TNI dalam pengamanan objek vital nasional, termasuk kilang dan terminal Pertamina dilakukan untuk memastikan keberlangsungan energi nasional
Kapuspen TNI) Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyatakan institusi TNI dan Polri solid. Hal itu terkait tudingan kedua lembaga negara selama unjuk rasa.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merotasi 414 perwira TNI untuk menempati jabatan baru. Pergeseran ini meliputi sejumlah posisi strategis
Pendekatan dialogis juga dimaksudkan untuk mengetahui apa alasan mereka menolak kehadiran struktur TNI di sejumlah wilayah.
Kapuspen TNI Brigjen Kristomei Sianturi mengatakan kasus pembunuhan jurnalis perempuan bernama Juwita di Banjarbaru yang diduga melibatkan anggota TNI sedang dalam proses investigasi.
Mabes TNI tidak akan melindungi dua anggotanya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penembakan tiga polisi terkait judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved