Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menanggapi diangkatnya kasus penyiraman terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Kongres Amerika Serikat (AS) oleh Amnesty International. Moeldoko menilai, lebih baik menunggu hasil kerja tim teknis Polri dalam menyelesaikan kasus tersebut.
“Saya tidak dalam konteks mengecilkan kasus itu sendiri. Namun ini kan, pemerintah masih berusaha. Unsur-unsur yang memiliki tugas untuk itu bekerja keras. Saya pikir perlu menunggu. Lebih baik menunggu,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/7).
Moeldoko menegaskan Presiden Joko Widodo telah memberikan tugas baru ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindaklanjuti temuan Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Polri dalam mengusut kasus Novel
“Saya pikir, nanti ada indikator-indikator menuju ke sana, kan kelihatan. Nanti dari hasil pendalaman oleh Kapolri itu yang segera ditunggu oleh Presiden dan juga masyarakat,” jelasnya.
Baca juga: Tim Teknis Kasus Novel Mulai Bekerja Awal Agustus
Presiden, lanjut Moeldoko, tegas memberikan waktu ke Kapolri untuk menyelesaikan rekomendasi TPF paling lambat tiga bulan.
“Ini sebuah keseriusan pemerintah bahwa persoalan ini bisa segera diselesaikan,” tegasnya.
Sebelumnya, Perwakilan Amnesty International Amerika bagian Asia Pasifik akan menyampaikan sejumlah masalah pelanggaran hak asasi manusia dalam forum bertajuk "Human Rights in Southeast Asia: A Regional Outlook" di sub-komite Kongres Amerika Serikat (AS).
Salah satu kasus yang akan dibahas oleh perwakilan Amnesty International adalah kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.(OL-5)
Novel Baswedan menduga ada intervensi dalam kasus izin pengelolaan tambang nikel di Konawe Utara.
Novel masih meyakini TWK merupakan strategi untuk melengserkan sejumlah pegawai KPK. Sebab, data nilai tes itu tidak pernah diserahkan kepada eks pegawai maupun publik.
Di tengah praktik korupsi yang terus merajalela dan pelemahan KPK yang semakin nyata, pemerintah dan DPR seharusnya dapat memikirkan cara pemberantasan korupsi yang efektif dan tegas.
MANTAN Penyidik KPK Novel Baswedan menilai keterangan saksi Rossa Purbo Bekti soal Firli Bahuri membocorkan informasi OTT kasus suap PAW penting ditindaklanjuti.
Novel menilai gugatan yang dilayangkan oleh Agustiani Tio Fridelina kepada Rossa merupakan bentuk serangan balik secara personal.
Namun demikian, hanya disampaikan secara singkat karena mereka tengah berada di tengah-tengah acara yang sedang berjalan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved