Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) menyita aset gabungan hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp60 milliar dari 22 tersangka kasus tindak pidana narkotika yang berhasil diungkapkan BNN dari bulan Januari-Juli 2019.
"BNN menyita sejumlah aset dengan total sebesar kurang lebih Rp 60.078.957.386 dari 20 kasus tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap BNN sejak bulan Januari sampai dengan Juli 2019, dan disita dari 22 orang tersangka, " kata Kepala BNN, Komjen Heru Winarko di gedung BNN, Jakarta, Kamis (25/7).
Baca juga: Bea Cukai Dumai Musnahkan Barang Hasil Penindakan 2017 dan 2018
Ia menjelaskan, aset senilai Rp60 miliar yang didapat tersangka dari hasil penjualan narkotika tersebut, terdiri dari rumah hingga dana untuk mendirikan perusahaan.
"Aset-aset yang dibeli oleh para tersangka dari hasil penjualan narkotika yang dilakukan antara Iain rumah, apartemen, tanah, kendaraan, perhiasan, dan bahkan untuk mendirikan perusahaan, selain itu para tersangka juga memiliki beberapa rekening bank, baik atas nama mereka sendiri, keluarga, maupun orang lain," jelasnya.
Ia juga menjelaskan penyitaan sejumlah aset tersebut berangkat dari kasus-kasus tindak pidana narkotika. "Berangkat dari pengungkapan kasus-kasus tindak pidana narkotika, BNN pun turut melakukan penyitaan terhadap aset para tersangka yang dihasilkan dari bisnis haram tersebut, " ucapnya.
Dikatakannya, sebagian besar para tersangka tersebut merupakan napi yang tengah menjalankan hukuman di lapas terkait tindak pidana narkoba, serta para pelaku yang beberapa kali sudah melakukan kejahatan tersebut.
Adapun ke-22 tersangka tersebut dijerat dengan Undang-Undang No.8 tahun 2010 Pasal 3, 4, dan 5 tentang tindak pidana pencucian uang dan Undang-Undang No.35 tahun 2009 pasal 137 tentang narkotika. (OL-6)
"Vape adalah produk legal yang telah diatur dalam berbagai kebijakan. Yang harus diberantas adalah penyalahgunaannya, bukan serta-merta produknya."
BNN RI mewaspadai dampak konflik kartel narkoba di Meksiko yang mulai memengaruhi peta rantai pasok narkotika ke Indonesia.
Fokus BNN seharusnya diarahkan pada pelaku ilegal, bukan justru menuding semua pelaku industri legal yang sudah patuh pada aturan.
BNN memusnahkan barang bukti dari hasil pengungkapan lima kasus tindak pidana narkotika serta mengamankan 10 orang tersangkaPemusnahan barang bukti narkotika
BNN menegaskan komitmen memerangi narkotika secara komprehensif, baik melalui tindakan tegas maupun pencegahan.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa stabilitas keamanan negara sangat bergantung pada keberhasilan penanganan narkoba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved