Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SINERGISITAS seluruh elemen bangsa dari unsur agamais, nasionalis seperti TNI dan Polri serta partai politik menjadi komponen penting untuk menjaga negara.
Demikian disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, saat menjadi narasumber dalam dialog peradaban bangsa nasionalis, Islam, dan TNI bertema "siapa melahirkan republik harus berani mengawalnya" di Kantor DPP PA GMNI, Jakarta Pusat, Senin (22/7).
"Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga negara ini. Karena harus diakui tanpa adanya sinergi dari semua pihak sulit membangun kekuatan ideal sebuah negara," ungkap Moeldoko.
Baca juga: Surya Paloh: Kami Sepakat Pertahankan Solidaritas
Dalam kesempatan tersebut Moeldoko menambahkan tidak mudah mengelola negara besar dengan letak geografis Indonesia yang berpulau. Diperlukan doktrin pembinaan teritorial kepada seluruh unsur lembaga negara.
"Kelompok nasionalis dan kelompok agama Islam jangan ragukan kesetiaan TNI," jelas mantan orang nomor 1 di TNI tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menuturkan peoses politik juga merupakan salah satu cara merawat bangsa. Melalui peoses politik dapat melahirkan pemimpin yang bisa mewukudkan masyaealat adil, makmur, dan sejahtera.
"Kebijakan pemimpin itu harus terkait langsung dengan kemahsyalatan pemimpinnya. Bagi NU siapapun pemimpinnya sepanjang bisa menjalankan amanahahirnya kemahsyalahatan bagi masyarakat. Maka itu kita dukung," ungkap Helmy.
Helmy juga menyinggung proses bertemunya Presiden Indonesia terlilih Joko Widodo (Jokowi) dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Menurutnya pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut merupakan invetasi kedewasaan berdemokrasi di masa depan.
"Sekarang saat ini pekerjaan rumah kita adalah mengurangi kesenjangan ekonomi," jelasnya.
Sementara itu, Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menuturkan bahwa pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada Oktober mendatang harus didasari pada kerja sama yang sinergis mengenai pembumian Pancasila. Begitupun dengan koalisi yang akan ditentukan mendatang.
"Koalisi yang dibangun Pak Jokowi hanya akan benar jika berpijak pasa sejarah pembentukan Republik ini," ungkap Hasto.
Hasto melanjutkan pemerintahan ke depan dapat berjalan stabil dengan belajar dari sejarah pendirian bangsa. Menurtu Hasto Jokowi pasti ingin meninggalkan legacy terbaik pada periode pemerintahannya yang kedua.
"Tentu legacy ini bisa tercipta jika kekuatan gotong royong dijadikan sebagai fondasi," ungkapnya. (OL-8)
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
Ikrar setia NKRI dicetuskan dalam upacara resmi yang digelar di Pos Sinak BNPB Satgas Yonif 142/KJ, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
BINGKAI Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus diperkuat dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda dan membangkitkan semangat Sumpah Pemuda.
Adapun delapan poin utama yang tertuang dalam Piagam Pemuda Riau untuk Indonesia, yakni menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam menyampaikan pendapat sesuai aturan perundang-undangan.
Bukan sekadar peringatan sejarah, Asyura 2025 serukan solidaritas bagi Palestina dan janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jaga NKRI! Temukan tantangan persatuan & strategi memperkuatnya. Artikel ini wajib dibaca untuk Indonesia yang solid!
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved