Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI I DPR memilih 9 anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2019-2022. Pemilihan ini dilakukan melalui sistem voting oleh anggota Komisi I DPR
Ketua Komisi I, Abdul Kharis Almasyhar mengatakan, voting dilakukan secara terbuka dengan total 450 suara. Sembilan komisioner terpilih dari total 34 kandidat.
Empat nama yang mendapatkan suara terbanyak adalah petahana yakni Agung Suprio, Hardly Stefano, Nuning Rodiyah, dan Yuliandre Darwis. Sisanya merupakan nama baru.
"Dengan demikian sudah ada 9 orang terpilih untuk menjadi KPI Pusat periode 2019--2022," ujar Kharis, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, (10/7).
Baca juga: KPU akan Mutasi Jabatan Fungsional Komisioner
Kharis mengatakan, hasil voting akan diserahkan pada rapat badan musyawarah. Hasil seleksi juga akan dibacakan secara terbuka saat rapat paripurna DPR.
Selain 4 nama petahana, lima komisioner lain yang terpilih ialah Mulyo Hadi Purnom, Aswar Hasan, Irsal Ambia, Mimah Susanti, dan Mohammad Reza.
Beberapa aspek yang dinilai untuk menilai komisioner oleh DPR ialah integritas, kompetensi, dan wawasan dari masing-masing calon. Syarat utama lainnya yang harus dimiliki oleh para kandidat ialah tak boleh menjadi perpanjangan dari para pemilik media. (OL-8)
Predikat tertinggi yang diraih BUMN kesehatan dalam ajang ini menjadi yang ke tiga kali secara berturut-turut
Pada Desember 2025, KPI akan meningkatkan produksi gasoil serries menjadi sekitar 11,5 juta barrel.
"Diketahui program siaran tersebut menampilkan beberapa muatan adegan yang mengesankan penggambaran seksualitas,"
KPI menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap program “Xpose Uncensored” yang ditayangkan Trans7.
Dia menyayangkan adanya tayangan mengenai pesantren yang ditampilkan pada program Xpose di Trans7 yang dinilai mencederai nilai-nilai luhur penyiaran.
Ia menilai, peran DPRD terkait fungsi pengawasan kepada jajaran eksekutif kurang efektif. Pasalnya, saat ini penilaian hanya tertumpu pada penyerapan anggaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved