Selasa 09 Juli 2019, 09:25 WIB

Penembak Misterius Gunakan Pistol Mungil

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Penembak Misterius Gunakan Pistol Mungil

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo

 

POLISI menyebut Harun Al Rasyid, salah satu korban dalam kerusuhan 22 Mei 2019, tewas tertembak dari peluru yang dilontarkan Glock 42. Pistol itu memiliki karakteristik mungil.

"Diduga dari hasil labfor (laboratorium forensik), pelakunya menggunakan Glock 42," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, kemarin.

Berdasarkan keterangan di Glock.com, Glock 42 atau G42 merupakan salah satu pistol terkecil yang dibuat produsen senjata asal Austria. Pistol itu hanya memiliki panjang 15 sentimeter (cm)dengan berat 390 gram (tanpa magasin).

Labfor menemukan peluru 9 x 17 mm yang bersarang di tubuh korban. Peluru tersebut tidak memiliki kesamaan dengan milik tim Gegana Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya.

Mabes Polri telah mengetahui ciri-ciri pelaku penembakan tersebut. Pelaku diperkirakan memiliki tinggi 175 cm. "Dia menggunakan tangan kidal (tangan kiri). Itu semuanya sedang didalami," jelas Dedi.

Penyidik terus mendalami identitas penembak. Hal itu diperkuat analisis kamera pemantau dan dokumen yang ada. "Sedang menganalisis seluruh foto, video, tentang identifikasi rekam wajah (face recognition)," tuturnya.

Sementara itu, senjata yang digunakan untuk membunuh korban lainnya, Abdul Aziz, belum dapat diketahui jenisnya. Namun, labfor menemukan peluru 5,56 x 44 mm alur 4 yang tidak memiliki kesamaan dengan yang dimiliki tim Gegana Satuan Brimob Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan Harun ditembak dari jarak sekitar 11 meter di sekitar flyover Slipi, Jakarta Barat.

"Karena (lokasi) arahnya miring, kemudian arahnya (dari lintasan peluru) lurus mendarat, karena posisinya ada trotoar agak tinggi. Jadi diduga pelaku juga agak tinggi," kata Suyudi, Jumat (5/7).

Polisi juga menduga penembak Harun berbadan kurus dan berambut lurus agak panjang. Pelaku diduga memiliki warna kulit wajah agak hitam. Selanjutnya, korban Abdul Aziz ditemukan kurang lebih 100 meter dari Asrama Brimob, tepatnya di depan RS Pelni.

Dia diduga ditembak orang tak dikenal (misterius) dengan jarak kurang lebih 30 meter dari arah belakang. "Terkena di punggung sebelah kiri, kemudian proyektilnya tersisa di dada sebelah kiri juga," beber Suyudi.

Kurang puas

Amnesty International Indonesia mengaku kurang puas dengan hasil investigasi kepolisian terkait dengan kerusuhan 21-22 Mei 2019. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mempertanyakan nasib warga sipil yang tewas dalam kerusuhan itu.

Usman meminta polisi mengungkap seluruh fakta mengenai korban yang tertembak peluru tajam. Polisi baru mengungkap identitas dua dari 10 korban, yakni Harun Rasyid dan Abdul Aziz.

"Kami tentu ingin tahu apakah kepolisan sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap delapan orang tewas lainya yang tidak terkover?" tanya Usman saat mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta, kemarin.

Usman juga mendesak Polri mendalami penganiayaan warga sipil yang dilakukan oknum Brimob. Berdasarkan investigasi internal Amnesty, terdapat tiga lokasi kekerasan tersebut. (P-3)

Baca Juga

MI/Ramdani

Diduga Langgar Etik, Tim Penyidik Jiwasraya Dilaporkan ke JAM-Was

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 08 Mei 2021, 02:01 WIB
Seharusnya 122 emiten itu juga diperiksa serta diminta pertanggung jawaban atas dugaan timbulnya kerugian...
ANTARA/ROSA PANGGABEAN

Poros Islam Berpotensi Perlebar Polarisasi

👤Antara 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:40 WIB
Ada potensi terbentuknya kelompok-kelompok kecil di...
MI/Yakub PY

Kabaharkam: Masyarakat Patuhi Kebijakan Pemerintah

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 07 Mei 2021, 23:17 WIB
KEPALA Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Arief Sulistyanto memantau langsung arus lalu lintas pengamanan peniadaan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kualitas Kompetisi Harus Ditingkatkan

Regulasi yang dibuat operator dan regulator harus bisa meningkatkan standar liga dan klub

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya