Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSEKUTIF dinilai memiliki kekuasaan dan kewenangan yang melebihi lembaga-lembaga tinggi negara lainnya seperti MPR, DPR, dan DPD.
Karena itu, perlu ada mekanisme check and balances di lembaga tinggi negara.
“Kalau check and balances, saya setuju. Bila memiliki kewenangan yang tidak berimbang, tentu tak akan balance. Antara pemerintah, DPR, dan DPD bagaimana mau balance kalau hak dan kewenangan tidak balance,” kata Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono dalam Diskusi Empat Pilar bertema Mekanisme check and balances lembaga negara di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.
Dalam hal penyusunan kabinet, misalnya, kata dia, Indonesia menganut sistem presidensial. Jadi, terlihat jelas pemerintah atau presiden jauh lebih berkuasa. “Saya lebih setuju apabila check and balances kita terapkan sehingga bisa tercipta kewenangan dan kekuasaan yang berimbang,” ucap Nono.
Menurutnya, check and balances akan terwujud bila terjadi pembagian kekuasaan yang jelas antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. “Jadi, check and balances itu justru ada di dalam kekuasaan itu sendiri. Misalnya, di institusi kehakiman tidak hanya ada MA, tapi juga ada MK dan KY yang harus memiliki kekuasaan berimbang,” tukasnya.
Anggota MPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay, menilai kewenang-an MPR saat ini lemah bila dibandingkan dengan kewenangan pemerintah. “Kalau menurut saya, DPR dan MPR ini posisinya sangat lemah kalau dibandingkan dengan posisi pemerintah,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Kelemahan posisi MPR, lanjutnya, salah satunya tampak dari aspek anggaran. Posisi pemerintah sangat penting dalam menentukan anggaran, termasuk anggaran untuk MPR yang terdiri atas unsur DPR dan DPD. “Kita melihat lemahnya posisi MPR (DPR dan DPD) dari sisi anggaran karena yang menentukan anggaran ialah pemerintah,” jelasnya.
Karena itu, Saleh mengatakan MPR tengah melakukan autokritik terhadap apa yang dialami, termasuk tugas, fungsi, dan kewenangan.
“Jadi, banyak yang dilakukan karena kebetulan saya termasuk kelompok pengkajian MPR. Termasuk bagaimana penguatan lembaga-lembaga yang ada di MPR, khusunya DPD, yang sudah sering didiskusikan agar fungsi dan kekuasaannya dikuatkan,” paparnya.
Cegah tirani
Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menilai ide dasar check and balances itu untuk mencegah jangan sampai satu organ menjadi tiran bagi organ yang lain.
Mengapa mesti ada balancing, karena menurut dia, semua orang punya kecenderungan untuk berkuasa secara mutlak. “Kecenderungan itu harus dikerangkakan dalam hukum, dijinakkan dengan hukum, dengan cara sebagian kewenangan ditaruh di sini dan sebagian lain ditaruh di sana.”
Dalam kerangka itu, imbuhnya, kalau kita bicara check and balances, berarti bagaimana mengatur relasi kewenangan yang tumpang-tindih. “Sebagian kewenangan yang ada di sana dan di sini, saling cek, dan tidak bisa tidak, dan dengan cara itu demokrasi bisa dikembangkan, akuntabilitas bisa dikembangkan, transparansi bisa dikembangkan.”
Bila dicermati, sejak 2002 konstitusi RI diamendemen atau dalam kurun 17 tahun, MPR tidak pernah menggunakan kewenangan untuk mengubah Undang-Undang Dasar.
Selanjutnya, DPD pun memiliki kewenang-an ikut membahas undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, pajak daerah, dan sumber daya alam daerah. Namun, keputusan akhir dalam rapat paripurna tidak melibatkan DPD. “Ini yang jadi masalah selama ini,” cetusnya. (P-3)
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini minta keterlibatan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza atau (Board of Peace) yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump takdisalahartikan
Negara tidak boleh membiarkan praktik perparkiran yang menempatkan rakyat sebagai pihak paling lemah dan selalu menanggung risiko.
Status kepegawaian yang diperoleh pegawai SPPG sejatinya merupakan titik ideal bagi para pekerja di Indonesia dan seharusnya menjadi contoh dalam sistem ketenagakerjaan
KETUA Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Mukhamad Misbakhun meminta agar Bank Indonesia (BI) untuk menjaga nilai tukar rupiah pada angka-angka yang moderat.
Kewenangan penuh untuk mensimulasikan mekanisme aturan ada di tangan DPR bersama pemerintah selaku pembentuk undang-undang.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Yulisman menilai kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) satu tahun sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sektor pertambangan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Lestari Moerdijat, menegaskan pentingnya membangun sistem peringatan dini bencana yang akurat dan mudah dipahami, agar risiko dampak cuaca ekstrem dapat ditekan semaksimal mungkin.
KETUA Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani menduga maraknya praktik pembalakan liar sebagai salah satu faktor yang memperparah banjir Sumatra dan Aceh.
Seluruh warga negara, termasuk komunitas kampus, perlu terus didorong untuk menciptakan ruang yang aman melalui berbagai langkah bersama
LANGKAH pencegahan dan penanganan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak harus ditingkatkan, demi mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalani keseharian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved