Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP tanggal 1 Juni, Indonesia memperingatinya sebagai hari lahir Pancasila yang jadi landasan idiil kehidupan berbangsa dan bernegaran.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, peringatan hari lahri Pancasila harus jadi momen refleksi karena merupakan bagian dari sejarah panjang bangsa Indonesia dalam merumuskan dasar negara.
Tjahjo menegaskan, banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.
"Berbagai ucapan, menuliskan status di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya merupakan salah satu bentuk Peringatan Hari Lahir Pancasila. Tapi pada awalnya kata 'Lahirnya Pancasila' disampaikan oleh Ir. Soekarno secara aklamasi," kata Tjahjo dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (31/5).
Baca juga : BPIP dan Kemendagri Ajak Implementasikan Pancasila
Lebih lanjut, Tjahjo menuturkan Pancasila sendiri bersifat universal, logis, dan dapat dipakai untuk mewujudkan cita-cita yang tertuang dalam Proklamasi dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Sehingga program-program yang dijalankan Pemerintah lewat kementerian terkait dianggap efektif untuk mencegah paham selain Pancasila.
"Sebagai contoh program Bela Negara oleh Menteri Pertahanan, kemudian Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam menjalankan program membumikan Pancasila dengan pendekatan yang tegas, akomodatif, selektif di kalangan Kampus dan berhasil meredam paham-paham selain Pancasila," papar Tjahjo.
Ia juga kemudian mengucapkan selamat Hari Lahir Pancasila dengan mengutip pernyataan Proklamator yang juga Presiden Pertama Republik Indonesia.
"Selamat Hari Lahir Pancasila. Kuat karena Bersatu, Bersatu karena Kuat," tutup Tjahjo. (OL-8)
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
MAYORITAS penduduk Indonesia saat ini berada pada kelompok usia produktif. Hingga Semester II Tahun 2025, sebanyak 199.026.595 jiwa berada di rentang usia 15 hingga 64 tahun.
DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
Persentase perekaman KTP-el telah mencapai 97,47 persen, yakni 206.467.957 jiwa dari total wajib KTP sebsar 211.826.747 jiwa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved