Senin 20 Mei 2019, 19:50 WIB

Diperlukan Kedewasaan Menyikapi Kehidupan Berdemokrasi

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Diperlukan Kedewasaan Menyikapi Kehidupan Berdemokrasi

MI/M. Irfan
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen (Purn) Agus Widjojo

 

DITEMUKANNYA beberapa oknum penyebar berita bohong (hoaks) dalam perhelatan pesta demokrasi merupakan potret buruk yang bisa memicu konflik di masyarakat. Realitas tersebut pun perlu segera diantisipasi agar tidak menimbulkan perpecahan sosial maupun nasional.

Demikian antara lain sambutan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Letjen (Purn) Agus Widjojo pada Orasi Ilmiah dalam Rangka HUT ke-54 Lemhannas, di Kompleks Lemhannas, Jakarta, Senin (20/5). Menurut dia, terlepas dari pengakuan internasional terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019, bangsa Indonesia masih memerlukan kedewasaan dalam menyikapi kehidupan berdemokrasi.

"Dengan berakhirnya pemilu pada April lalu, diharapkan tidak akan muncul ekses yang tidak perlu dan masyarakat menanggalkan sentimen fanatisme. Konfigurasi alamiah bangsa yang beraneka seharusnya menjadi penopang bagi terwujudnya bangsa yang kuat," ujar Agus.

Bangsa Indonesia terdiri atas beragam suku, agama, bahasa, dan budaya. Di sisi lain, terang dia, perbedaan pilihan politik pun perlu disikapi secara dewasa, baik dari elite politik hingga ke akar rumput. Artinya, semua pihak wajib menjaga dan merawat Bhinneka Tunggal Ika.

Agus mengemukakan, pada April lalu Indonesia telah menyelenggarakan pemilu serentak, yang terdiri dari pemilihan presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif (DPR, DPD, dan DPRD). Walaupun pesta demokrasi diselenggarakan dengan berbagai kendala dan hambatan yang cukup kompleks, secara umum ajang tersebut berjalan dengan baik.

"Dapat dibayangkan, pemilu serentak tersebut dilaksanakan dalam cakupan wilayah yang luas, terdiri dari kepulauan. Dan kita melaksanakan pemilihan umum serentak dalam waktu sehari."

Tak pelak keberhasilan penyelenggaraan pemilu kali ini mendapatkan ucapan selamat dari sejumlah kepala negara dan pemerintahan kepada Indonesia. Ucapan itu merupakan bentuk apresiasi dan kekaguman atas terselenggaranya Pemilu 2019 dengan lancar. (A-3)

Baca Juga

Dok. DPR RI

Belum ada Surpres dan Baru Dibahas Tahun Depan, Publik Diminta Tidak Berspekulasi soal Revisi UU IKN

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 09:00 WIB
Dia mengaku belum mengetahui apa saja usulan pemerintah terhadap revisi UU IKN. Menurut dia, RUU IKN memang masuk dalam Program Legislasi...
.

Pemerintah Akui Andil Besar Santri dalam Perjuangan NKRI

👤RO/Micom 🕔Kamis 01 Desember 2022, 23:34 WIB
Penyalahgunaan agama harus...
Dok MI

Bawaslu Akui Keserentakan Pemilu Jadi Tantangan Besar

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 01 Desember 2022, 22:08 WIB
Bawaslu pun berkomitmen untuk terbuka secara informasi ke publik karena memang seluruh informasi kepemiluan harusnya menjadi milik publik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya