Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Ada 353 Berita Bohong dalam Satu Bulan, 23% Soal Politik

M Iqbal Al Machmudi
28/3/2019 13:13
Ada 353 Berita Bohong dalam Satu Bulan, 23% Soal Politik
Ilustrasi(Ilustrasi)

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berita bohong meningkat sangat cepat di era digital saat ini, karena orang menggunakan internet dan sebagainya sangat masif.

Pada Desember, terdapat 75 kasus hoaks yang terjadi, Januari sebanyak 175 kasus hoaks, dan naik dua kali lipat sebanyak 353 kasus hoaks pada Februari.

"Kategori hoaks tertinggi mengenai politik, sebanyak 181 kasus hoaks sepanjang Februari 23% berkaitan dengan politik dan 171 kasus hoaks berkaitan dengan pemerintah," kata Rudiantara dalam acara Seminar Nasional di Balai Kartini Jakarta, Kamis (28/3).

Peningkatan hoaks pada saat ini berkaitan dengan pesta demokrasi 2019, berita bohong tersebut akan terus bertambah setiap bulannya menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dilangsungkan.

Wadah penyebaran hoaks bisa di berbagai media sosial dan kelompok obrolan media sosial

"Hoaks itu paling banyak di Facebook, Instagram, dan kelompok chat WhatsApp dan sebagainya. Sedangkan Twitter jauh menurun," ujar Rudiantara.

Baca juga: Sebut Hotel Borobudur Penuh Jin, Amien Rais Disebut Raja Jin

"Terdapat tiga cara penindakan yang dijalankan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yaitu di hulu, di tengah, dan di hilir. Tiga cara tersebut saling berkaitan dan saling menyaring hoaks dari awal," imbuhnya.

Penindakan yang dimaksud di antaranya di hulu ialah melakukan sosialisasi atau edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan terkait berita bohong dan penindakan tersebut bersifat jangka panjang karena dilakukan secara konsisten.

Selanjutnya, penindakan di tengah artinya melakukan tindakan-tindakan di dunia maya, seperti menyampaikan informasi hoaks kepada publik melalui media sosial dengan rentan waktu setiap hari, seperti hoax of the day.

Terakhir, di hilir bekerja sama dengan polisi sebagai penindakan di dunia nyata dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Selain itu, masyarakat juga diimbau melakukan verifikasi terlebih dahulu terhadap sesuatu berita yang dipertanyakan kebenarannya.

"Masyarakat lebih baik melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum percaya kepada sebuah berita, saya berharap juga nanti pada 17 April suasana begitu damai, suasana pesta bukan mau berantem," ujar Rudiantara. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya