Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Drama Ajak Nikah Sandi Bukti Kampanye 02 Penuh Sandiwara

Micom
28/3/2019 11:41
Drama Ajak Nikah Sandi Bukti Kampanye 02 Penuh Sandiwara
Sandiaga Uno(ANTARA/Syaiful Arif)

KAMPANYE sejatinya menjadi ajang penyampaian gagasan ataupun visi-misi yang diusung tiap kontestan capres dan cawapres. Namun, sayangnya masih ada kontestan yang memanfaatkan momen itu untuk sekadar membuat gimmick, penuh drama.

Hal ini terjadi sewaktu cawapres 02 Sandiaga Uno berkampanye di Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Ketika itu, ada seorang mahasiswi yang spontan meminta dirinya dijadikan istri kedua Sandi. Sembari berkelakar Sandi menolak lamaran perempuan tersebut dan mengaku sebagai pria setia.

Belakangan, adegan yang seolah spontan itu ternyata cuma sandiwara. Lewat video yang diungguh di akun Instagram mahasiswi bernama Vincentia Tiffani itu mengaku hanya disuruh panitia mengajukan pertanyaan tersebut.

Tiffani mengatakan sengaja membuat klarifikasi karena pemberitaan dan video yang tersebar mengganggu karier, kuliah, dan aktivitasnya. Tiffani bercerita soal sebab-musabab ada di acara tersebut.

Baca juga: Polisi Limpahkan Berkas Perkara Kerabat Prabowo Subianto

Dia mengaku hadir ke acara peluncuran Rumah Siap Kerja dan Pelatihan OK OCE di Sleman karena diundang salah satu UMKM produk kecantikan yang akan launching dan produknya didukung Sandiaga.

Tiffani kemudian diminta panitia menghidupkan suasana dengan cara bertanya sebagai perwakilan milenial. Tiffani juga menyebut ajakan menikah dengan Sandiaga bukan ide dirinya. Tiffani mengatakan klarifikasi ini dibuatnya secara jujur dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

Menyikapi hal ini, jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, angkat bicara. Menurut dia, kampanye semestinya menjadi ajang pendidikan politik rakyat dengan menyampaikan gagasan.

Menurut dia, sejauh ini, kampanye yang dilakukan oleh Jokowi-Amin merupakan kampanye pintar dengan membawa gagasan.

Kampanye, lanjut Arya, seharusnya merupakan upaya menarik perhatian dan dukungan masyarakat banyak dengan menyampaikan visi misi.

"Sejauh ini, kami melakukan strategi kampanye pintar, dengan menyampaikan berbagai pencapaian pada masa pemerintahan Jokowi sebagai petahana serta visi misi Jokowi-Ma'ruf Amin ke depannya," ujarnya, Kamis (28/3).

Melihat momentum kampanye terbuka saat ini, menurut Arya, amat disayangkan jika ada sekolompok orang yang menjadikannya sebagai panggung sandiwara.

"Adanya pengakuan jujur dari wanita yang minta dinikahi Sandiaga, semakin mempertegas bahwa paslon 02 mengisi kampanyenya dengan sandiwara," pungkasnya. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya