Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM intelijen gabungan dari Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan Kejaksaan Negeri Bandung, berhasil menangkap SHP, buron kasus korupsi rekening Bulog senilai Rp1,7 miliar.
"SHP ditangkap pada pukul 20.40 WIB, Kamis (21/3), di Jalan Gedebage Selatan, Kampung Bojong Manjak, Kelurahan Cisarten Kidul, Bandung, Jawa Barat," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri, Jumat (22/3).
Baca juga: Posisi Wakil Ketua DPR akan Diisi sebelum Pemilu 2019
SHP yang menjabat Kepala Seksi Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum Bulog Sub Divre Surabaya Selatan diketahui masuk kantor kali terkahir pada 31 Oktober 2017. Bahkan, sejak November 2018 kala kasus tersebut disidik oleh tim Pidana Khusus Kejati Jatim, SHP diketahui tidak memenuhi panggilan sehingga langsung ditetapkan sebagai buron.
"Modus korupsi yang dilakukan SHP sebenarnya sangat sederhana. Ketika melakukan penjualan kepada Rumah Pangan Kita (RPK) senilai Rp1,7 miliar dia tidak menyetor uangnya ke rekening Bulog. SHP malah membuat rekening atas nama pribadinya untuk menampung pembayaran dari pembeli," terang Mukri.
Selain buron Kejati Jatim, sambung dia, SHP juga masuk daftar buron Polda Jawa Timur. Pihak kepolisian memburu pelaku lantaran ada laporan kasus penipuan terhadap beberapa BUMD, seperti Puspa Agro dan pihak lain sebesar Rp13 miliar.
"SHP dicari polisi karena kasus penipuan dan penggelapan beberapa rekanan Bulog Jatim. Penangkapan itu sekaligus melegakan pihak Bulog. Itu karena pihak yang merasa ditipu mendesak Bulog ikut bertanggungjawab, apalagi saat penipuan pelaku mengatasnamakan Bulog."
Saat ini SHP sudah dijebloskan ke Rutan Kejati Jatim untuk menjalani penahanan selama 20 hari pertama. Berkas perkara tersangka juga sudah rampung dan kini sedang dipelajari tim jaksa peneliti.
"Karena tak kunjung memenuhi panggilan, sebenarnya Kejati Jatim merencanakan akan menyidangkan secara in absentia kasus SHP. Dengan tertangkapnya pelaku berarti tidak jadi disidangkan In absentia," ujarnya.
Baca juga: TKN: Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Masyarakat
SHP merupakan buron ke-35 kurun 2019 yang diamankan oleh tim tangkap buronan (Tabur) 31.1 Korps Adhyaksa. Penangkapan tersebut merupakan wujud pelaksanaan program yang digagas oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Jan Samuel Maringka. Program itu hasil rekomendasi rapat kerja Kejaksaan Agung pada Desember 2017.
Program Tabur 31.1 itu dilakukan untuk eksekusi pelaku tidak pidana, baik tersangka, terdakwa, maupun terpidana. Program itu bermakna 31 Kejati di seluruh Indonesia harus menangkap minimal satu buron per bulannya. (OL-6)
Refly mengaku baru dapat informasi bahwa saksi dan ahli meringankan itu dipanggil untuk diperiksa pada Selasa (20/1).
Mereka ialah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, Ahli Digital Forensik Rismon Hasiholan Sianipar, dan Dokter Tifauziah Tyassuma alias dokter Tifa.
KPK kini mendalami alasan keberadaan kendaraan dinas Pemkab Toli Toli di rumah Albertinus. Ada barang bukti lain yang juga disita penyidik.
KETUA Yayasan Silmi Kaffah Rancamulya KH Ahmad Yazid Basyaiban atau Gus Yazid ditangkap di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (23/12) pukul 22.30 WIB oleh penyidik gabungan Kejaksaan
ICW menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) jaksa di Banten oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK. Menurut ICW reformasi di tubuh Kejaksaan lemah.
Sebelumnya, pada 18 Desember 2025, KPK mengonfirmasi penangkapan Ade Kuswara bersama sembilan orang lainnya dalam OTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved