Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
CALON wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ditolak ketika hendak bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat, belum lama ini. Petinggi pondok pesantren (ponpes) bahkan mengaku terpaksa mengeluarkan surat penolakan lantaran pihak Sandiaga dianggap ngeyel.
Sebab, sebelum dikeluarkannya surat tersebut, timses Sandiaga berkunjung ke Buntet untuk meminta izin, namun pihak Buntet menolak. Segenap keluarga besar Pondok Buntet secara tegas hanya mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga menyebut Sandiaga tidak mempersoalkan penolakan tersebut.
"Bang Sandi kan urat bapernya sudah putus. Jadi, proses ini menjadi latihan yang bikin Beliau makin kuat. Pemimpin Indonesia harus siap dengan segala respons masyarakat," ujar Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldini, Sabtu (2/3).
Baca juga: Relawan Nyatakan Ikrar Pemenangan Paslon 01 di Jabar
Namun, menurut juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan, pemaksaan kehendak yang dilakukan Sandiaga ke Pesantren Buntet nerupakan bentuk rasa tidak menghormati dan tidak memiliki etika kepada kyai/guru di pesantren tersebut.
Dia juga menilai pembelaan tim BPN yang menyebut urat Baper Sandi yang telah putus tidak boleh dijadikan dasar legitimasi dalam memaksakan kehendak demi meraih kekuasaan dengan segala cara.
"Kami menilai pernyataan Faldo terkait urat baper Sandiaga yang telah putus tidak bisa menjadi dasar legitimasi memaksakan kehendak hanya demi meraih kekuasaan," ujarnya, Sabtu (29/2).
Sandiaga dan tim suksesnya, kata Ace, harus belajar menghormati etika dan budaya pesantren tentang bagaimana tata cara bertemu guru/kyai sebagai sosok sesepuh yang harus dihormati.
Menurut dia, kasus penolakan Sandiaga harusnya menjadi bahan introspeksi terkait pola kampanye kubu 02.
"Kami menilai ada sesuatu yang salah dalam kunjungan Sandiaga sehingga mengakibatkan Pesantren Buntet mengeluarkan surat penolakan kehadirian dirinya. Hal ini kami rasa dapat dijadikan introspeksi bagi kubu Sandiaga terkait metode kampanye yang selama ini dinilai lebih memecah belah/adu domba," tukas Ace.
"Kami melihat Sandi menggunakan narasi kampanye yang hanya menjual mahal, sulit mendapatkan pekerjaan, namun tidak menawarkan sesuatu yang menjadi solusinya selain membanggakan kemampuan dirinya."
Penolakan terhadap Sandiaga memang bukan kali pertama terjadi. Pekan lalu, misalnya, masyarakat Tabanan Bali juga menolak kehadiran Capres nomor urut 02 itu. (RO/OL-2)
FORUM bisnis Indonesia-Tiongkok bertajuk The Indonesia-China Business Bridge: Your Gateway to Investing in Indonesia digelar di Jakarta, Rabu (21/1).
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
HADIRKAN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Gerakan Mahasiswa Wirausaha (Gemawira) dan Bank Infaq Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) menggelar Workshop.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Bank Infaq Amanah Banyumanik menggelar Workshop Baking Pizza dan Wingko Singkong bertajuk 'Berkah Melimpah Inovasi Komoditas Lokal'.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Relawan Kamie Muda Aceh menyalurkan sembako di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada 5–6 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved