Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Nadhatul Ulama (PBNU) marah besar atas puisi berjudul Doa yang Ditukar karya Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. PBNU mengancam akan menempuh jalur hukum jika Fadli tidak segera meminta maaf langsung kepada KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
"Kalau dia minta maaf ke Mbah Moen, sudah cukup. Tapi kalau tidak, kami pertimbangkan ke hukum," ancam Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu, Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2).
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menuntut Fadli untuk segera meminta maaf kepada Mbah Moen. Fadli dituding sengaja melecehkan Mbah Moen.
Baca juga: PBNU Sarankan Fadli Zon Minta Maaf
"NU marah. Kiai sepuh dilecehkan. Tinggal minta maaf saja apa susahnya?" kecam Said.
Ia menilai Fadli tidak sopan serta tidak mencerminkan sikap orang yang beradab dan berakhlak. Apalagi hal itu diucapkan oleh Wakil Ketua DPR RI yang terpandang dan berpendidikan.
Said berharap Fadli segera sadar dan mengakui kesalahannya jika tidak mau kualat. Sebagai orang yang lebih muda, Fadli seharusnya menghormati orang tua. Terlebih Mbah Moen merupakan ulama besar, sesepuh warga NU.
"Allah itu menghormati orang yang usianya lebih dari 80 tahun. Tapi ada seorang manusia, muda, melecehkan orang tua. Orang itu beradab apa tidak?" tegas Said. (Medcom/OL-2)
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan pelapor adalah bagian dari Aliansi Pemuda NU dan Aliansi Pemuda Muhammadiyah.
Rizki menilai pernyataan Panji telah merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik.
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
Bagaimana pula kekisruhan berujung, Gus Yahya bertahan atau akhirnya tumbang?
AKTIVIS muda dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menilai rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional pada Presiden Kedua Soeharto tak adil bagi para korban selama masa Orde Baru
AKTIVIS muda Nahdlatul Ulama (NU) Lily Faidatin menegaskan penolakannya terhadap rencana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan pemimpin rezim Orde Baru, Soeharto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved