Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Soal Lingkungan, Pemerintahan Kini Lebih Baik

Sri Utami
14/2/2019 06:15
Soal Lingkungan, Pemerintahan Kini Lebih Baik
(Grafis MI)

DEBAT capres pada Minggu (17/2) yang antara lain mengusung tema lingkung-an menjadi ajang setiap kandidat untuk membumikan konsep pengelolaan dan peta jalan isu tersebut kepada publik.

Sebagaimana diungkap Manajer Kampanye Keadilan Iklim Walhi, Yuyun Harmono, dalam diskusi bertema Darurat penyelamatan sumber daya alam dan pembangunan rendah karbon di Kantor World Resources Institute (WRI) Indonesia di Wisma PMI, Jakarta, kemarin.

"Visi dan misi mereka belum detail. Jokowi memasukkan sisi mitigasi, tapi soal adaptasi belum. Bagi Prabowo, lingkungan masih sekadar wawasan, tidak mendasar," kata Yuyun.
Bahkan Yuyun menilai capres nomor urut 02 itu selain minim pengetahuan  lingkungan juga melantur ketika menjelaskan soal tambang berkelanjutan.

"Dia (Prabowo) bilang pertambangan ramah lingkungan. Operasinya seperti apa? Karena tidak terintegrasi, solusi-nya jadi parsial. Kedua capres juga masih bergantung pada energi fosil, bukan energi terbarukan yang ramah lingkungan," lanjut Yuyun.

Debat kedua capres berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (17/2) dengan tema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam.
Terkait dengan pengelolaan lingkungan dan hutan, Direktur WRI Indonesia Nirarta Samadhi menyatakan pemerintahan saat ini justru menoreh-kan capaian terbaik.
"Dalam lima tahun upaya menekan deforestasi turun signifikan jika dibandingkan dengan di era sebelumnya. Deforestasi turun karena kuatnya usaha meredam kebakaran," ujar Nirarta (lihat grafik).

Bebas asap
Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Ola Elvestuen mengapresiasi keberhasilan pemerintahan kini dalam mengelola lingkungan

"Reduksi emisi menunjukkan hasil positif. Kedua negara menyepakati kerja sama pendanaan iklim pada 2010 senilai US$1 miliar," ungkap Ola dalam pertemuannya dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Jakarta, kemarin.

Menteri Siti Nurbaya menambahkan langkah korektif pemerintah menekan emisi dari sektor hutan dan lahan dilakukan dengan moratorium hutan primer dan lahan gambut, serta pencegahan dan pe-ngendalian kebakaran hutan ataupun lahan.

"Kita berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca pada 2017 sebesar 24%," kata Siti.
Aktivis lingkungan yang juga kader Partai NasDem, Emmy Hafild, mengakui pemerintahan kini tidak saja sukses menekan laju deforestasi. "Kini 40 juta lebih orang di Sumatra dan Kalimantan bebas dari asap kebakaran lahan dan hutan."

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin, Erik Thohir, optimistis capres nomor urut 01 menguasai debat yang mengusung isu lingkungan. "Pak Jokowi sudah menemui para pakar. Hasilnya baik."

Dalam debat kedua, Prabowo akan mendorong strategi energi bersih dan terbarukan.

"Kita punya 80 juta hektare lahan telantar. Sekitar 10 juta hektare kami muliakan dengan tanaman pangan dan energi. Kami dorong pemda membuka solar farm agar ketergantung-an pada energi fosil dan impor BBM berkurang," tandas Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said. (Dhk/Ins/Cah/Ant/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya