Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

Debat Ke-2 Uji Orisinalitas Capres

Insi Nantika Jelita
11/2/2019 06:15
Debat Ke-2 Uji Orisinalitas Capres
(MI/Ramdani)

UPAYA Komisi Pemilihan Umum untuk menampilkan debat kedua antarcalon presiden lebih menarik patut di-sambut gembira.

Salah satunya lembaga penyelenggara pemilu itu menghadirkan debat bebas (free flow) pada segmen ­keempat.

Pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas Padang, Khairul Fahmi, mengapresiasi upaya KPU tersebut sehingga diharapkan suasana debat tidak seperti di debat perdana yang dinilai tidak ada gereget.

“Memang debat itu hendaknya mampu menggambarkan orisinilitas penguasaan masalah, ide, gagasan, tawaran penyelesaian dan strategi pencapaian,” kata Khairul, tadi malam.

KPU akan menggelar debat kedua antarcapres pada 17 Februari di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Debat yang hanya diikuti capres 01 (Joko Widodo) dan capres 02 (Prabowo Subianto) itu mengangkat tema energi, pangan, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Dengan debat tanpa bocoran kisi-kisi, terlebih ada sesi ‘tarung bebas’, Khairul mengatakan hal itu bisa menggali dua kecerdasan capres, yakni kognitif dan afektif. “Kecerdasan emosional juga diuji, ketika lawan memancing, apakah calon yang diserang bisa menahan diri sembari tetap memberikan jawaban yang tepat,” pungkas peneliti senior Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Unand itu.

Pakar politik dari LIPI, Syamsuddin Haris, mengatakan pada debat pilpres kedua, setiap capres harus menyampaikan rencana kebijakan terbaiknya kepada masyarakat. “Juga menyelesaikannya ­(mengeksekusinya),” kata Syamsuddin, kemarin.

Menurutnya, peluang kedua capres untuk memenangi debat sama. “Yang diuntungkan sebenarnya penantang karena memiliki celah untuk mengkritik kebijakan petahana yang kurang memuaskan, tapi petahana juga bisa mencari keuntungan jika mampu jelaskan apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk isu-isu tersebut.”

Free flow
Sepekan menjelang debat kedua, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengungkapkan pihaknya bekerja keras mempersiapkannya. “Persiapan sudah 90%,” ujarnya, kemarin.

KPU pun sudah menyelenggarakan diskusi kelompok terarah (FGD) pada Jumat (8/2). Selain dihadiri tim panelis debat, FGD juga mengundang sejumlah pihak. Ketujuh panelis dan dua moderator, presenter Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki, pun sudah meneken pakta integritas untuk tidak membocorkan soal yang akan diajukan.

Menurut Pramono, debat akan dibagi dalam enam segmen. “Segmen keempat, debatnya eks-ploratif (free flow), dengan pemantik diskusi berupa tayangan video singkat yang disiapkan tim panelis,” terangnya.

Koordinator panelis debat kedua, Sudharto P Hadi, pakar lingkungan dari Universitas Diponegoro, mengatakan kedua capres diharapkan bisa memetakan masalah dengan baik.

Pertanyaan yang akan diajukan, kata dia, ialah persoalan yang menjadi perhatian banyak pihak. “Seluruh tim panelis akan bertemu lagi pada Jumat dan Sabtu depan. Kemudian kita serahkan (pertanyaan) ke ­moderator dengan disaksikan oleh KPU,” jelasnya. (Faj/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya