Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

JK Pernah Ingatkan Jokowi Abaikan Hasil Survei dan Fokus Kerja

Antara
31/1/2019 15:17
JK Pernah Ingatkan Jokowi Abaikan Hasil Survei dan Fokus Kerja
(MI/RAMDANI)

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengenang masa kampanye Pilpres 2014 bersama Presiden Joko Widodo dan mengingatkan untuk tidak terlalu memikirkan hasil survei, melainkan mengutamakan kerja keras untuk membangun Indonesia.

"Waktu saya kampanye dengan Pak Jokowi, kalau beliau baca hasil survei, saya bilang 'tutup', nggak usah dibaca'. Memangnya kalau (elektabilitas) kita naik, kalau gembira, kemudian berhenti kampanye. Atau, memangnya kalau rendah, kita menangis, lalu tidak kerja," kata Wapres JK dalam acara Kadin Talks di Menara Kadin Indonesia Jakarta, Kamis (31/1).

Baca juga: Wapres JK Tinjau Huntara Korban Bencana Sulteng

JK berprinsip bahwa yang terpenting dilakukan oleh calon pemimpin bangsa adalah dengan terus bekerja membangun Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita yang paling penting itu kerja keras. Pokoknya kerja maksimal saja, pokoknya di negeri ini harus maksimal saja kerjanya," tambahnya.

Prinsip tersebut, kata JK, berlaku juga untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang bergerak di angka sekitar 5%,
meskipun di bawah target pemerintahan Jokowi-JK untuk mencapai angka 7%.

Wapres mengatakan perkiraan ekonomi terhadap pertumbuhan Indonesia akan selalu muncul karena ada faktor-faktor yang selalu ada dalam menghitung pertumbuhan ekonomi.

"Kalau ekonom bikin perkiraan atau bikin ramalan, (itu) paling enak, paling gampang,  karena selalu ada 'ceteris paribus'. Kalau kita begini, akan maju sekian, jadi, kalau terjadi tidak sesuai, (atau) kalau yang salah, mengiyakan," jelasnya.

Baca juga: Pascadebat, Survei LSI: Jokowi-Amin Unggul dari Prabowo-Sandi

Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi stabil dan meningkatkan iklim investasi di dalam negeri. Salah satunya dengan menjalin kerja sama perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement) melalui perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (comprehensive economic partnership agreement) bersama negara-negara lain.

"Oleh karena itu, contohnya, kita mempercepat perundingan 'free trade' dengan macam-macam negara, (seperti) Amerika lagi bekerja, Australia mungkin, kemudian Eropa juga kita kerjakan, agar pasar semakin terbuka," ujarnya.  (Ant/OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya