Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla berharap kedua calon presiden yang bakal berdebat pada 17 Februari mendatang harus banyak belajar.
Para capres harus memahami konteks pertanyaan dan debat karena sudah tidak ada lagi bocoran pertanyaan atau kisi-kisi.
"Kalau dulu kan sudah bocor soalnya, sekarang tidak. Berarti harus belajar lebih banyak, konteks dari debat, ya itu," kata Kalla kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden Jakarta, kemarin.
Ia menyebutkan, sebagai calon pemimpin negara, capres tentu harus memiliki wawasan luas sehingga mengerti persoalan dan solusi dalam menyelesaikan permasalahan bangsa. Kemampuan wawasan tersebut dapat tecermin dari bagaimana capres itu berdebat.
Sehingga penyelenggaraan debat capres tanpa bocoran kisi-kisi pertanyaan menjadi penting bagi masyarakat untuk mengetahui bobot pengetahuan capres tersebut.
"Ya memang presiden itu pengetahuannya harus luas. Kalau pengetahuannya terbatas, wah bagaimana negeri ini menjadi besar," tambahnya.
Sebelumnya, pada pelaksanaan debat perdana yang diikuti kedua pasangan capres-cawapres, Kamis (17/1), para kandidat telah memperoleh bocoran kisi-kisi pertanyaan sebelumnya. Akibatnya, pelaksanaan debat capres perdana tersebut kurang mendapat antusiasme dari masyarakat.
Sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun mengevaluasi debat perdana tersebut. KPU memutuskan untuk tidak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada kedua kandidat capres untuk pelaksanaan debat pilpres kedua.
Menarik dan mendalam
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berharap KPU bisa meningkatkan kualitas debat Pilpres 2019 mendatang.
Fahri khawatir apabila KPU tidak mampu membuat debat lebih menarik dan mendalam, masyarakat bisa kecewa dan gagal menentukan pilihan. "Makanya bikin menarik ini debat. Ini challenge buat KPU. Kalau dia gagal membuat debat ini menarik, jumlah golput akan meningkat," ujar Fahri di Gedung DPR Jakarta, kemarin.
Menurut dia, debat pilpres harus menampilkan gagasan-gagasan pasangan calon yang berkaitan langsung dengan upaya pemajuan taraf hidup masyarakat.
Pola debat seperti yang perdana dilakukan tidak boleh lagi terulang. Selain itu, Fahri mengatakan KPU juga tidak boleh melupakan pemilu legislatif, yakni, masyarakat juga harus diedukasi. Mereka juga harus menentukan pilihan untuk memilih para calon wakil rakyat.
"Dia cuma (fokus) ke presiden. Itu pun kalau debatnya menarik. Kalau tidak menarik, bisa-bisa lima-limanya orang tidak mau datang," ujarnya.
Sementara itu, komisioner KPU Wahyu Setiawan menyebutkan pihaknya memasukkan Karni Ilyas ke dalam daftar moderator debat kedua Pilpres 2019. Nama Karni muncul melalui usulan pihak stasiun televisi (TV) penyelenggara debat.
"Nama Karni itu diusulkan TV media," ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan di Jakarta, kemarin.
Selain Karni, pihak KPU juga memasukkan nama Alfito Deannova sebagai calon mo-derator debat.
"Jadi ada Mbak Nana (Najwa Shihab), Tommy Tjokro, Alfito Deannova, dan beberapa lagi saya enggak ingat. Tetapi, semua itu memang insan media," ungkapnya. (Ant/Ins/P-4)
Prabowo yang berlatar belakang militer membutuhkan sosok berpengalaman di bidang ekonomi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi memberikan restu kepada Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjadi cawapres untuk capres Anies Baswedan.
Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar perlu mensosialisasikan capaian Partai Golkar dan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
SEJUMLAH kader Partai Demokrat Jawa Barat mengaku tersinggung dengan pernyataan calon presiden (capres) Prabowo Subianto dalam debat terakhir, Sabtu (13/4).
Tadi malam, pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan pasangan calon dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menutup debat kelima di Hotel Sultan, Jakarta.
Saat diminta oleh Prabowo untuk menjawab pertanyaan seputar pengembangan e-sport, Sandiaga mengatakan, "You wanna test your vice president."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved