Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kubu Paslon 02 Kisruh Soal Moderator

MI
23/1/2019 10:00
Kubu Paslon 02 Kisruh Soal Moderator
(MI/Ramdani)

BADAN Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno tidak kompak dalam menyikapi usul nama Najwa Shibab untuk menjadi moderator dalam debat calon presiden pada 17 Februari mendatang.

Juru bicara BPN Andre Rosiade menilai sosok Najwa memiliki rekam jejak keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon.

"Kami mengingatkan KPU untuk tidak menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar. Moderator seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014," ungkap Andre di Jakarta, kemarin.

Politikus Partai Gerinda itu juga meminta KPU mencari figur lain yang dinilai lebih netral untuk ditunjuk menjadi moderator pada debat kedua nanti.

Namun, hal berbeda disampaikan Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said.

Dia  tidak mempermasalaahkan jika jurnalis senior Najwa Shihab ditunjuk KPU sebagai moderator.

"Kami sudah sepakat siapa pun yang ditunjuk, itu tidak kita persoalkan. Saya percaya siapa pun dia, termasuk Mbak Najwa, mampu profesional menjalankan tugas," kata Sudirman.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon berbeda lagi pandangannya.

Dia menyarankan KPU mencari mo-derator debat capres-cawapres selanjutnya dari kalangan akademisi. Dia menilai presenter Najwa Shihab dan Tommy Tjokro kurang independen.

"Cari itu akademisi, di perguruan tinggi, banyak yang pintar-pintar," tandasnya.

Diketahui bahwa nama Najwa Shihab dan Tommy Tjokro masuk sebagai calon moderator debat kedua Pilpres 2019. KPU mengatakan nama tersebut diusulkan pihak televisi.

Debat kedua pilpres akan digelar di Hotel Hilton, Jakarta, pada Minggu (17/2).

Tema yang diangkat ialah energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

Serahkan ke KPU
Berbeda dengan kubu paslon 02 yang tidak satu kata soal sosok Najwa Shihab, kubu paslon 01 sepakat memercayakan perihal moderator debat kepada KPU.
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan peran moderator tidak signifikan terhadap jalannya debat.

" Debat itu tetap bertumpu pada karakter kepemimpinan, rekam jejak, dan visi-misi dari pasangan calon," ujarnya di Gedung Kantor Staf Presiden, Jakarta, kemarin.

Dalam menanggapi penolakan terhadap Najwa Shihab, komisioner KPU Wahyu Setiawan menyatakan tidak masalah jika ada yang keberatan. Pasalnya, keputusan soal moderator juga ditentukan kedua tim kampanye.

"Nominasi siapa yang menjadi mode-rator nanti, itu usul dari stasiun televisi penyelenggara dan ditawarkan kepada pasangan calon. Jadi, silakan saja jika merasa keberatan," jelas Wahyu di Kantor KPU RI, Jakarta, kemarin.

Untuk mengantisipasi hal itu, Wahyu menyebut bahwa KPU menyiapkan alternatif sosok lain untuk menjadi moderator. "Kita sudah punya daftar, termasuk calon alternatif, dan semuanya berasal dari insan media," kata Wahyu.

Terkait dengan panelis debat, TKN Jokowi-Amin mengusulkan agar kandidat panelis itu bisa diuji pubilk sebelum diputuskan. TKN pun menyerahkan sepenuhnya keputusan soal panelis debat kedua Pilpres 2019 kepada KPU.

"Saya harap kandidat panelis disampaikan ke publik dulu supaya publik juga mengkritisi sebelum diputuskan," kata Direktur Program TKN Jokowi-Amin, Aria Bima, di Posko Cemara, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta, kemarin.

Menurut Aria Bima, publik harus mengetahui tokoh-tokoh yang akan menjadi calon panelis. Dengan begitu, masyarakat juga bisa mencari tahu secara langsung rekam jejak panelis debat nanti. (Pol/Pro/Ths/Njr/*/X-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya