Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Kasus Penyebaran Hoaks Ijazah Presiden Harus Jadi Pelajaran

Akmal Fauzi
22/1/2019 20:10
Kasus Penyebaran Hoaks Ijazah Presiden Harus Jadi Pelajaran
(Ilustrasi)

PENANGKAPAN Umar Kholid Harahap terduga penyebaran berita bohong atau hoaks Ijasah palsu Presiden Joko Widodo di wilayah kota Bekasi harus dijadikan pembelajaran netizen agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. 

Apalagi, menjelang pemilu, kebenaran informasi perlu dikroscek kembali.

Hal itu disampikan, Ketua Umum Cyber Indonesia, Muanas Alaidid. Ia meminta masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terbukti. 

Pasalnya, hukum pidana mengancam bagi mereka yang menyebarkan informasi hoax

“Kita menghimbau masyarakat agar dapat bersosial media dengan sehat dan membantu pemerintah menyuarakan pemilu damai dan turut aktif dalan melawan penyebaran hoaks,” Kata Muanas dalam keterangan tertulis, Selasa (22/1).

Baca jugaMasyarakat Harus Cerdas Gunakan Hak Pilih

Masyarakat, kata Muanas sebelum melakukan penyebaran berita di media sosial harus terlebih dahulu mengkroscek dengan data dan fakta yang akurat.

“Masyarakat agar dapat bersosial media dengan sehat dan membantu pemerintah menyuarakan pemilu damai,”ujarnya.

Menjelang pemilu tahun ini, banyak masyarakat tersandung kasus hukum penyebaran berita hoaks yang imbasnya merugikan bagi masyarakat sendiri.

“Dalam menuju hari pemilihan, sudah banyak sekali korban-korban yang berasal dari masyarakat karena ketidaktahuannya ikut menyebarkan informasi hoax yang berujung pada penindadakan hukum,” ujarnya

Ia juga menekankan kepada peserta pemilu agar menggunakan cara-cara kreatif dalam merebut hati masyarakat. 

Bukan dengan cara memprovokasi masyarakat dengan hoax dan ujaran kebencian. Pemilu ini diharapkan dapat berjalan damai dengan cerdas dalam menggunakan medsos. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya