Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN Ingin Debat Kedua tidak Kaku

Akmal Fauzi
22/1/2019 19:17
TKN Ingin Debat Kedua tidak Kaku
(MI/M. Irfan)

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menginginkan debat kedua pada 17 Februari tidak berlangsung kaku. TKN menginginkan format debat yang lebih mendalam dengan adanya dialog antarpasangan calon (paslon).

“Kami inginkan suasana lebih dialogis. Masing masing kandidat bisa menyampaikan lebih mendalam, tujuannya kami kan bukan soal menang kalah debat tapi menyampaikan ke rakyat, publik, apa sebenarnya mengatasi persoalan ke depan sesuai tema yang ada,” kata Direktur Program TKN Jokowi-Amin, Aria Bima di Posko Cemara, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta, Selasa (22/1).

Salah satu yang ditekankan yakni durasi debat. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mempertimbangkan memperpanjang durasi debat, Aria menyarankan agar ada pembagian waktu menjawab setiap tema debat dibagi proporsional.

Apalagi, lanjut Aria, tema debat kedua terkait energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup perlu penjelasan mendalam.

“Kalau debat kedua kan terkait infrastruktur pangan energi, bukan sesuatu yang mudah juga. Kalau misi itu kan cenderung ke sektoral, masing-masing ada bidang tersendiri dari misi ke program, dari program ke kegiatan, target sasarannya,” ungkapnya.

Baca juga: BPN Prabowo-Sandi Usul Debat Adopsi Konsep Tarung Bebas

Aria juga sepakat dengan usulan adanya pertanyaan pendalaman usai paslon menjelaskan setiap pertanyaan dari moderator.

“Monggo. Tapi harus jelas penempatannya. Jangan hanya membacakan seperti moderator,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah mengevaluasi secara internal debat pertama. Ke depan, baik Jokowi maupun Ma’ruf Amin akan mengutamakan subtansi dalam setiap sesi debat.

“Pak Jokowi biar keluar seperti (pilpres) 2014, Kiai Ma’ruf biar keluar gaya NU, substansinya masuk, tetapi lebih cair rileks lebih ekspresif,” pungkasnya.(OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya