Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

KPU Diminta Tak Ragu Putuskan Sendiri Panelis Debat

Akmal Fauzi
20/1/2019 18:15
KPU Diminta Tak Ragu Putuskan Sendiri Panelis Debat
(MI/ADAM DWI )

PENELITI Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil menilai adanya kesan keraguan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena memberikan kesempatan kepada dua pasangan calon (paslon) menentukan siapa panelis yang diinginkan.

Pada dasarnya, kata Fadli, tidak masalah bila KPU meminta pertimbangan atau masukan terkait panelis. Namun yang menjadi masalah bila kemudian meminta nama atau meminta persetujuan dari kedua paslon terhadap panelis yang dipilih KPU.

"Ini menimbulkan persepsi ketidaksiapan dalam debat. Karena itu ada pergantian dua panelis saat proses persiapan debat," kata Fadli pada acara diskusi di kawasan Setia Budi, Jakarta, Minggu (20/1).

Menurutnya, langkah KPU meminta pasangan calon mengirimkan sejumlah nama panelis justru menunjukkan ketidaksiapan KPU dalam menyelenggarakan debat.

Oleh karena itu ia menganggap penting bagi KPU untuk mengoptimalkan kemandirian dalam menentukan panelis.

"?Ke depan, kami mendorong KPU tidak perlu meminta persetujuan akhir dari tim paslon dari panelis debat, cukup meminta masukan saja. ?Keputusan akhir ada di tangan KPU," kata Fadli.

Perludem menganggap debat juga kurang menyertakan pembahasan yang subtansif.

Baca juga : KPU Diminta Beri Pertanyaan Sama ke Setiap Paslon

Pertanyaan panelis pun dinilai tak optimal mengkonkretkan visi, misi, dan program yang butuh dipertimbangkan penonton untuk menentukan pilihannya.

"Diharapkan kekurangan substansi debat pada tema pertama bisa dipenuhi para panelis dan tiap paslon pada tema kedua,” ujarnya.

Di lain sisi, Perludem mengapresiasi keputusan KPU untuk tidak memberikan kisi-kisi pada debat kedua nanti.

Hal itu menurut Fadli penting agar publik bisa menilai gagasan paslon lebih mendalam.

Menurut Fadli, dua paslon capres-cawapres yang mengikuti debat perdana beberapa hari lalu, terlihat terpaku pada jawaban yang sudah dipersiapkan karena adanya bocoran pertanyaan dari KPU.

Ia menilai debat perdana kurang menimbulkan dialektika yang hidup antardua paslon.

"Selama itu pula yang kami rasa buat paslon terlalu terpaku buat catatan-catatan jawaban yang telah disiapkan. Jadi, tidak muncul dialektika yang cukup dinamis dalam proses debat karena mereka paslon sudah terpatri dengan jawaban yang dipersiapkan," terangnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya